<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DesignMagz &#187; CSS</title>
	<atom:link href="http://www.designmagz.com/category/css/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.designmagz.com</link>
	<description>Design Resources, Share, Tips and Trick, Jobs</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 10:20:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Specificity Pada CSS</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/specificity-pada-css.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/specificity-pada-css.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 07:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[CSS memiliki &#8220;sifat&#8221; yang dimana ia akan mengambil alih / override property yang sama  yang telah di definisikan sebelumnya. Namun CSS memiliki apa yang dinamakan dengan specificity dimana hukum override ini tidak akan selalu berlaku.
perhatikan contoh berikut:
.warna {
color: Red;
}
.warna {
color: Blue;
}


Bila kode idatas diaplikasikan pada sebuah tag html, yang akan muncul adalah sebuah teks [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CSS memiliki &#8220;sifat&#8221; yang dimana ia akan mengambil alih / override property yang sama  yang telah di definisikan sebelumnya. Namun CSS memiliki apa yang dinamakan dengan specificity dimana hukum override ini tidak akan selalu berlaku.<span id="more-176"></span></p>
<p>perhatikan contoh berikut:</p>
<pre><code>.warna {
color: Red;
}
.warna {
color: Blue;
}
</code></pre>
<p><a href="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/11/spec1.gif"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/11/spec1.gif" alt="" title="spec1" width="279" height="48" class="alignnone size-full wp-image-181" /></a></p>
<p>Bila kode idatas diaplikasikan pada sebuah tag html, yang akan muncul adalah sebuah teks dengan warna biru (color: Blue;). </p>
<p>Lalu ubah css diatas menjadi:</p>
<pre><code>p.warna {
color: Red;
}
.warna {
color: Blue;
}
</code></pre>
<p><a href="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/11/spec2.gif"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/11/spec2.gif" alt="" title="spec2" width="279" height="48" class="alignnone size-full wp-image-182" /></a></p>
<p>Yang akan muncul kemudian adalah huruf dengan warna merah (color: Red;). Property color: Blue; tidak lagi menimpa fungsi diatasnya, karena <strong>p.warna</strong> memiliki nilai specificity lebih tinggi dari pada <strong>.warna</strong>.</p>
<h3>Menghitung Specificity</h3>
<p>Specificity ditentukan dari selector pada css:<br />
HTML selector (p, div, ul) memiliki nilai specificity 1<br />
Class Selector (.warna) memiliki nilai specificity 10<br />
ID Selector (#warna) memiliki nilai specificity 100</p>
<p><code>div p</code> (1 dimiliki <code>div</code>, 1 dimiliki <code>p</code>) memiliki nilai specificity 2<br />
<code>div.header</code> (1 dimiliki <code>div</code>, 10 dimiliki <code>.header</code>) memiliki nilai specificity 11<br />
<code>#container .header</code> (100 dimiliki <code>#container</code>, 10 dimiliki <code>.header</code>) memiliki nilai specifity 110</p>
<p>Lalu, untuk apakah mengetahui specificity ini? Specificity dapat digunakan untuk mengatur susunan document css untuk mempermudah penggunaan pada skala besar, menghindari penggunaan secara masif <code>!important</code>, menghemat penamaan selector dan dengan mudah mengatur style untuk selector yang memiliki nama yang sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/specificity-pada-css.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tombol Rollover dengan CSS</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/tombol-rollover-dengan-css.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/tombol-rollover-dengan-css.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 05:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/tombol-rollover-dengan-css.html</guid>
		<description><![CDATA[Interaktifitas dalam sebuah situs web penting artinya bagi pengunjung situs. Dengan interaktifitas, Anda dapat lebih memberikan penekanan terhadap sebuah elemen, seperti link atau tombol contohnya. Kali ini kita akan membuat sebuah link yang disulap menjadi sebuah tombol rollover. Rollover adalah istilah bila kursor berada disebuah link maka link tersebut akan bereaksi. Kita akan membuat tombol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Interaktifitas dalam sebuah situs web penting artinya bagi pengunjung situs. Dengan interaktifitas, Anda dapat lebih memberikan penekanan terhadap sebuah elemen, seperti link atau tombol contohnya. Kali ini kita akan membuat sebuah link yang disulap menjadi sebuah tombol rollover. Rollover adalah istilah bila kursor berada disebuah link maka link tersebut akan bereaksi. Kita akan membuat tombol rollover tersebut hanya dengan CSS, ya sesederhana itu&#8230;<span id="more-154"></span></p>
<p>Anda dapat melihatnya pada halaman <a href="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/03/tombol.html" title="Contoh">Contoh</a>.</p>
<p>Yang perlu kita siapkan adalah sebuah image yang bisa dibuat dengan menggunakan Photoshop seperti dibawah ini:</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/03/tombol.gif" alt="Tombol" /></p>
<p>Gambar diatas adalah gambar yang akan kita pergunakan dimana gambar diatas terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian atas untuk tombol yang tidak ditempati kursor (state), dan bagian kedua adalah bagian yang ditempati kursor (Over/Rollover), pada contoh ini saya berinama file tersebut dengan nama tombol.gif.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2008/03/gambar.gif" alt="gambar.gif" /></p>
<p>Perhatikan gambar diatas, dan perhatikan baik-baik pada ukuran yang saya berikan pada bagian atas. nah ukuran itu yang nanti akan kita pergunakan sebagai ukuran dari tombol. Yang kita perlukan sekarang adalah membuat kode html untuk tombol diatas:</p>
<pre><code>&lt;a href="#"&gt;Tombol&lt;/a&gt;</code></pre>
<p>Nah, semudah itu. Sekarang kita buat CSS nya:</p>
<pre><code>a {
display: block;
background: url(tombol.gif) top center;
width: 124px /*Lebar Tombol*/
height: 40px /*Tinggi Tombol*/
text-align: center; /*Supaya Teks Ditengah (vertical)*/
line-height: 40px; /*Supaya Teks Ditengah (Horizontal)*/
font-family: Geneva, Arial, Sans-Serif; /*(Jenis Huruf)*/
color: #fff; /*(Warna Hurus)*/
text-decoration: none; /*Jangan pergunakan garis bawah*/
}

a:hover { /*Posisi kursor diatas tombol*/
background: url(tombol.gif) bottom center;
}</code></pre>
<p>Intinya, kita menukar posisi image pada tombol.gif, bila tidak aktif maka ia menggunakan background bagian atas, ketika aktif maka akan digunakan background bagian bawah. Kenapa kita harus menggunakan <code>display:block</code>? Dikarenakan &lt;a&gt;  merupakan inline tag, maka ia harus menggunakan <code>display:block</code> agar menjadi block tag dan dapat merespon link area. Mudah bukan?<br />
<a href="http://pupungbp.erastica.com">http://pupungbp.erastica.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/tombol-rollover-dengan-css.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CSS Tips: Global Reset</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 09:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[layout]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan utama dalam mendesain sebuah layout adalah tidak standardnya value yang diberikan kepada sebuah tag HTML oleh masing-masing browser. Hal ini lah yang menjadikan permasalahan utama bila Anda membangun sebuah desain CSS. Di satu browser, jaraknya sekian pixel kebawah, sedangkan di browser lain kok baik2 saja&#8230; 
Beberapa tag yang memiliki nilai default berbeda pada setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan utama dalam mendesain sebuah layout adalah tidak standardnya <em>value</em> yang diberikan kepada sebuah tag HTML oleh masing-masing browser. Hal ini lah yang menjadikan permasalahan utama bila Anda membangun sebuah desain CSS. Di satu browser, jaraknya sekian pixel kebawah, sedangkan di browser lain kok baik2 saja&#8230; <span id="more-152"></span></p>
<p>Beberapa tag yang memiliki nilai default berbeda pada setiap browser, sebagai contoh adalah Heading &lt;h&gt; , List &lt;ul, ol, li&gt;, Paragraph &lt;p&gt;, blockquote, dll. Umumnya perbedaan ini dimiliki oleh tag-tag yang bersifat block (block tag).</p>
<p>Sebagai contoh, bila kita mendefinisikan heading (h1, h2, h3, dst) maka jarak margin dan padding akan berbeda pada berbagai browser.</p>
<p>Sebuah tips yang mungkin berguna bagi Anda, adalah dengan menggunakan apa yang biasa disebut dengan &#8220;Global Reset&#8221; yaitu dengan menambahkan aturan yang menyamakan semua perbedaan pada setiap browser. Yaitu dengan menambahkan:</p>
<pre><code> /* CSS Document */
* {
padding: 0;
margin: 0;
}
</code></pre>
<p>Dengan demikian semua margin dan padding akan di-reset menjadi 0. Dengan demikian, yang anda perlukan selanjutnya adalah mengatur kembali margin dan padding pada setiap elemen:</p>
<pre><code> h1 {
font: normal 18px Arial, Helvetica, Sans-Serif;
margin: 4px;
padding: 4px;
}
</code></pre>
<p>Bagi saya, global reset memudahkan penelusuran masalah bila Anda menemukan tampilan yang berbeda atau menjadi tidak sama pada setiap browser. Silakan saja dicoba&#8230; (Pupung Budi Purnama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pseudo-Element CSS :before dan :after</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/pseudo-element-css-before-dan-after.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/pseudo-element-css-before-dan-after.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2007 23:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/pseudo-element-css-before-dan-after.html</guid>
		<description><![CDATA[pseudo-element :before dan :after adalah sedikit sulap CSS yang berguna untuk memasukkan konten sebelum dan sesudah sebuah elemen. Konten yang ditambahkan via properti content ini juga bisa jadi semacem div cadangan yang bisa diberi styling dengan bebas. Bisa diberi padding, border, background &#8212; suka-suka lo lah!
Btw, IE ngga mendukung pseudo-element jadi mendingan buka Firefox atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pseudo-element <code>:before</code> dan <code>:after</code> adalah sedikit sulap <acronym title="Cascading Style Sheet">CSS</acronym> yang berguna untuk memasukkan konten sebelum dan sesudah sebuah elemen. Konten yang ditambahkan via properti <code>content</code> ini juga bisa jadi semacem <code>div</code> cadangan yang bisa diberi styling dengan bebas. Bisa diberi padding, border, background &#8212; suka-suka lo lah!<span id="more-141"></span></p>
<p>Btw, <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> ngga mendukung pseudo-element jadi mendingan buka Firefox atau Opera supaya bisa ngikutin artikel ini. Ya emang suxx, tapi kalo kata bule-bule, &#8220;it will degrade gracefully&#8221;.</p>
<h3>Apa Sih Gunanya Pseudo-Elements?</h3>
<p>Biar lebih jelas coba salin kode dibawah ini dan buka di browser. Atau liat aja <a href="http://blog.kometdigital.web.id/samples/pseudo/example-1.html">contoh 1</a>.</p>
<pre><code>body:before {
  content: "Hello World!!";
  display: block;
  font-size: 5em;
  text-align: center;
}</code></pre>
<p>Udah? Lumayan keren kan? Itu sih belom apa-apa, masih banyak lagi kegunaan praktis pseudo-element. Nyok kita liat&#8230;</p>
<h3>Memasukkan Teks dan Objek</h3>
<p>Pada dasarnya sih kamu bisa memasukkan string teks apa aja, caranya juga udah bisa kamu lihat di <strong>contoh 1</strong>. Tapi selain itu kamu juga bisa memasukkan objek lain lho (gambar misalnya), kamu tinggal memberikan <acronym title="Uniform Resource Locator">URL</acronym>nya.</p>
<pre><code>.box:before {
  content: url(box-top.gif);
  display: block;
  ...
}
.box:after {
  content: url(box-bottom.gif);
  display: block;
  ...
}</code></pre>
<p>Oia, gue lupa. Kalo divisualisasikan pseudo-element <code>:before</code> dan <code>:after</code> akan memasukkan konten di bagian ini:</p>
<pre><code>&lt;div class="box"&gt;
  &lt;BEFORE&gt;box-top.gif&lt;/BEFORE&gt;

  &lt;p&gt;some content...&lt;/p&gt;

  &lt;AFTER&gt;box-bottom.gif&lt;/AFTER&gt;
&lt;/div&gt;</code></pre>
<p>Kode <acronym title="Cascading Style Sheet">CSS</acronym> diatas bisa dipake untuk bikin <em>rounded corner</em> tanpa markup tambahan. Liat sendiri hasilnya di <a href="http://blog.kometdigital.web.id/samples/pseudo/example-2.html">contoh 2</a>.</p>
<h3>Penomeran Otomatis</h3>
<p>Selain menampilkan teks statis, kamu juga bisa membuat <em>counter</em> atau penomeran otomatis pake fungsi <code>counter(nama)</code>. Untuk permulaan kita coba dengan contoh yang simpel dulu: Kita akan menomeri contoh-contoh kode seperti yang akan kamu liat pada <a href="http://blog.kometdigital.web.id/samples/pseudo/example-4.html">contoh 4</a> dengan label &#8220;Example 1&#8243;, &#8220;Example 2&#8243;, dst.</p>
<pre><code>html {
  counter-reset: codenum;
}
.example:before {
  content: "Example " counter(codenum);
  counter-increment: codenum;
  display: block;
  ...
}</code></pre>
<p>Fyi, semua blok kode pada halaman contoh dibungkus dalem <code>div.example</code> lho ya.</p>
<p>Oke, bagian ini mungkin perlu sedikit penjelasan. Perhatikan selector kedua, disini gue membuat sebuah <em>counter</em> dengan nama <var>codenum</var> yang diawali teks &#8220;Example&#8221;. Trus menjalankan penomerannya pake properti <code>counter-increment</code>.</p>
<p>Belom selesai! Properti <code>counter-reset</code> di selector pertama dipake untuk memulai penomeran dari nol (ini sebenernya bug fix supaya Firefox ngga ngebandel). Dan biarpun secara default penomeran dibuat dengan format angka, tapi diubah jadi <a href="#">bermacam style lain</a> juga bisa.</p>
<h3>Membuat Daftar Multi-Kolom</h3>
<p>Sekarang ceritanya kamu harus membuat sebuah daftar urut (pake tag <code>ol</code> donk), yang secara visual harus terpisah jadi beberapa kolom. Tapi itu artinya kamu harus memisahnya jadi beberapa daftar dan penomeran ngga akan berurutan donk. Jadi gimana cara kita menghasilkan efek ini?</p>
<pre><code>html {
  counter-reset: listnum;
}
ol li {
  list-style-type: none;
}
ol li:before {
  content: counter(listnum) ". ";
  counter-increment: listnum;
}</code></pre>
<p>Dengan markup pada <a href="http://blog.kometdigital.web.id/samples/pseudo/example-5.html">contoh 5</a> dan <acronym title="Cascading Style Sheet">CSS</acronym> diatas, daftar multi-kolom kita jadi deh! Keren kan?</p>
<h3>Menampilkan Isi Atribut Tag <acronym title="HyperText Markup Language">HTML</acronym></h3>
<p>Ada saatnya kita mau memberikan informasi tambahan tentang sebuah elemen. Contohnya atribut <code>cite</code> dari tag <code>blockquote</code> yang isinya biasanya informasi mengenai sumber kutipan yang sialnya kebanyakan browser ngga menampilkan isinya. Disinilah pseudo-element datang membantu, dengan fungsi <code>attr()</code>.</p>
<pre><code>blockquote[cite]:after {
  content: "Source: " attr(cite);
  display: block;
  ...
}</code></pre>
<p>Gue juga pake <a href="#">attribute selector</a> supaya hanya blok kutipan yang punya atribut <code>cite</code> yang diberi styling. Hasilnya liat di <a href="http://blog.kometdigital.web.id/samples/pseudo/example-6.html">contoh 6</a>.</p>
<h3>Tooltip Dinamis Tanpa JavaScript</h3>
<p>Tooltip JavaScript? Basi! Cobain tooltip murni <acronym title="Cascading Style Sheets">CSS</acronym> ini. Disini kita bermain dengan fungsi <code>attr()</code> untuk menampilkan isi atribut <code>title</code> sebuah link.</p>
<pre><code>a[title]:hover:after {
  content: attr(title);
  display: block;
  width: auto;
  position: absolute;
  z-index: 1000;
  top: auto;
  left: auto;
  ...
}</code></pre>
<p>Coba liat <a href="http://blog.kometdigital.web.id/samples/pseudo/example-7.html">contoh 7</a> dan cek sourcenya kalo perlu. Eh, pake Opera aja ya soalnya ancur di Firefox :P</p>
<h3>Progressive Enhancement</h3>
<p>Masalah pasti ada. <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> 6 jelas ngga ketolong dan developer <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> 7 juga udah bilang ngga akan mendukung pseudo-element, jadi protesnya jangan sama gue. Pengguna Safari pada OS X sepertinya juga ngga bisa nikmatin fitur <acronym title="Cascading Style Sheets">CSS</acronym> yang satu ini, sori :)</p>
<p>Tapi inget aja kalo <acronym title="Cascading Style Sheet">CSS</acronym> dan browser-browser open-source seperti Firefox terus berkembang. Yang gue tunjukin disini kadang disebut dengan istilah <strong>Progressive Enhancement</strong>, ato praktik yang memanfaatkan sepenuhnya kemampuan browser-browser modern, sementara tetep menjamin pengalaman yang optimal untuk pengguna browser laen.</p>
<p>Sebelom pulang gue mo bilang terima kasih buat <a href="http://www.zeusbox.org/">Ncus</a>, <a href="http://www.15june.com/">Dental</a>, <a href="http://hantulabor.blogspot.com/">Lino</a>, <a href="http://blog.denysri.com/">Deny</a> dan pastinya mas <a href="http://designworld.master.web.id/">Pupung BP</a> yang udah membantu pengetesan. Cheers!</p>
<p><strong>Penulis:</strong><br />
<a href="http://blog.kometdigital.web.id/about_rizky.php">Rizky Syajuli &#8211; 23 / Male / Jakarta</a><br />
Web Desainer dan konsultan Search Engine Marketing.<a href="http://blog.kometdigital.web.id/" title="Komet digital blog" target="_blank"></a><br />
<a href="http://blog.kometdigital.web.id/" title="Komet digital blog" target="_blank">http://blog.kometdigital.web.id/ </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/pseudo-element-css-before-dan-after.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah-Langkah Pengetesan Sebuah Desain CSS</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/langkah-langkah-pengetesan-sebuah-desain-css.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/langkah-langkah-pengetesan-sebuah-desain-css.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 01:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/langkah-langkah-pengetesan-sebuah-desain-css.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kok desain gue jadi ngaco di Mozilla/Firefox? Di IE bagus kok&#8221;. Well, ini jawaban gue untuk pertanyaan paling basi di dunia web desain itu.
Gini lho, IE 5 dan 6 punya banyak banget bug, jadi kalo platform development utama kamu adalah IE, dari awal kamu udah berpatokan pada hal yang salah. Jadi kali ini gue mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kok desain gue jadi ngaco di Mozilla/Firefox? Di <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> bagus kok&#8221;. Well, ini jawaban gue untuk pertanyaan paling basi di dunia web desain itu.</p>
<p><span id="more-140"></span>Gini lho, <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> 5 dan 6 punya <strong>banyak banget</strong> bug, jadi kalo platform development utama kamu adalah <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym>, dari awal kamu udah berpatokan pada hal yang salah. Jadi kali ini gue mau nunjukin langkah-langkah yang lebih menjamin kompatibilitas antar browser.</p>
<h3>Gunakan Doctype Yang Sesuai</h3>
<p>Doctype di bagian paling awal kode dokumen (x)HTML pada dasarnya berguna untuk menentukan mode layout dokumen tersebut. Tanpa ini browser akan beralih ke <a href="http://designworld.master.web.id/?p=114">quirks mode</a>, yang secara kasar bisa berarti merender sebuah sebuah dokumen seenaknya dewek.</p>
<p>Untuk hasil konsisten gue sarankan pake Doctype <strong><span class="caps">XHTML</span> 1.0 Strict</strong>:</p>
<pre><code>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd"&gt;</code></pre>
<h3>Mulai Dari Yang Mendukung <acronym title="Cascading Style Sheets">CSS</acronym> Lebih Baik</h3>
<p>Biarpun kamu biasa browsing pake <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> tapi waktu mendesain mendingan kamu menggunakan browser yang lebih <em>standards-compliant</em> seperti Firefox atau Opera. Kalo gue sendiri urutannya seperti ini:</p>
<ol>
<li>Firefox (Win XP): Banyak add-on yang membantu banget proses pengembangan web. Ngga ada lawan kalo soal ini.</li>
<li>Opera (Win XP): Satu-satunya browser yang lulus <a href="http://www.webstandards.org/action/acid2/">acid test</a>. Kalo ada masalah disini kemungkinan ada sesuatu yang salah.</li>
<li>Safari (OS X): Perlu diinget kalo koleksi font dan cara rendering teks di sistem berbasis Unix itu beda, tapi secara umum ngga perlu perhatian khusus.</li>
<li>Konqueror (Ubuntu): Catetan seputar font juga berlaku disini. Dan sejauh ini juga masih blom ada masalah.</li>
<li>Internet Explorer 7 (Win XP): Mulai was-was, biarpun dukungan <acronym title="Cascading Style Sheets">CSS</acronym> udah jauh lebih lengkap tapi masih ada aja masalah :( Tapi dengan sedikit hack atau <a href="http://www.quirksmode.org/css/condcom.html">conditional comment</a> masalah beres.</li>
<li>Internet Explorer 6 (Win XP): Tantangan terbesar ada disini. Untungnya bug-bug <acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> 6 terdokumentasi dengan baik, jadi tinggal Googling sebentar aja. malah kalo udah berpengalaman gejala-gejala bug sebenernya cukup jelas kok.</li>
</ol>
<p>Harus gue akuin urutannya ngga selalu gitu, kadang gue males ngecek di Linux. Browser laennya? Kalo <strong>Netscape</strong> dan semua yang berbasis Mozilla gue asumsikan punya kemampuan sama seperti Firefox. Dan <strong><acronym title="Internet Explorer">IE</acronym> 5</strong> versi Windows ataupun Mac biasanya ngga gue urusin lagi, toh browser-browser ini juga udah jarang beredar &#8212; Kecuali ada permintaan spesifik atau duit ekstra ya :P</p>
<h3>Testing Untuk Perangkat Mobile</h3>
<p>Ini era tri-ji bung, ngga ada salahnya untuk bersiap dari sekarang. Opera punya fitur berguna untuk melihat bagaimana tampilan desain kita di layar kecil (Opera Mobile).</p>
<p>Pilih menu <span class="inst">View &gt; Small Screen</span> atau tekan <span class="inst">Shift + <span class="caps">F11</span></span></p>
<h3>Testing Aksesibilitas</h3>
<p>tanpa <code>table</code>, <a href="http://designworld.master.web.id/?p=119">semantik</a>, separasi antara struktur dan presentasi. apa kata-kata itu kedengarannya aneh buat kamu? Coba gunakan browser yang <strong>text-only</strong> seperti Lynx (Linux) dan lihat apakah kamu bisa meneluri situs kamu sendiri. Sedikit tips, di Firefox coba matiin style, image, dan JavaScript, hasilnya cukup mirip :)</p>
<h3>Catatan Tambahan</h3>
<p><strong>Ngga ada Linux?</strong> PC dual-boot bukan hal aneh jaman sekarang. sebuah <a href="http://www.shipit.com/">CD Ubuntu Linux</a> misalnya, gampang didapet dan di-install, jadi jangan cari-cari alesan deh. <strong>Kalo testing di Mac?</strong> ngga punya MacBook? ndeso! tapi ada sih layanan gratis di <a href="http://www.browsrcamp.com/">BrowsrCamp.com</a> untuk mengambil skrinsyut desain kamu jika dilihat melalui Safari.</p>
<p>Terakhir kalo kamu masih perlu hasil tes tambahan dan punya sedikit dana ekstra ada <a href="http://www.browsercam.com/">BrowserCam</a> yang bisa membantu kamu mengetes di berbagai platform sekaligus. Ada free trial 24 jam juga lho ;)</p>
<p><strong>Penulis:</strong><br />
<a href="http://blog.kometdigital.web.id/about_rizky.php">Rizky Syajuli &#8211; 23 / Male / Jakarta</a><br />
Web Desainer dan konsultan Search Engine Marketing.<a href="http://blog.kometdigital.web.id/" title="Komet digital blog" target="_blank"><br />
http://blog.kometdigital.web.id/ </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/langkah-langkah-pengetesan-sebuah-desain-css.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CSS Image Replacement (Bag-1)</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/css-image-replacement-bag-1.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/css-image-replacement-bag-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2007 21:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/css-image-replacement-bag-1.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hal Aksesibilitas, HTML memang lebih unggul dari pada  penggunaan gambar atau movie Flash, karena HTML berbasiskan teks,  search engine dapat dengan baik membaca HTML. Oleh karena itu,  penggunaan HTML untuk bagian-bagian yang penting seperti judul utama  atau titel sebuah situs sangat dianjurkan.
Namun dibalik keunggulan itu, HTML memiliki keterbatasan. Ia tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hal Aksesibilitas, HTML memang lebih unggul dari pada  penggunaan gambar atau movie Flash, karena HTML berbasiskan teks,  search engine dapat dengan baik membaca HTML. Oleh karena itu,  penggunaan HTML untuk bagian-bagian yang penting seperti judul utama  atau titel sebuah situs sangat dianjurkan.<span id="more-135"></span></p>
<p>Namun dibalik keunggulan itu, HTML memiliki keterbatasan. Ia tidak  memberikan kebebasan penuh pada para desainer untuk menampilkan  objek-objek yang akan ditampilkan di Web. Diantaranya adalah logo  perusahaan, karena alasan grafis dan tipografi, keberadaan logo yang  kebanyakan berupa Image ini tidak dapat begitu saja digantikan oleh  teks HTML, dengan kata lain, hal ini berkaitan dengan image perusahaan  dan branding (yang satu ini tidak dapat di tawar-menawar dengan klien).</p>
<p>CSS  menawarkan solusi untuk hal ini, yaitu dengan metode Image Replacement.  Titel atau nama sebuah situs yang disimpan dalam sebuah tag heading  atau &lt;h1&gt; dapat kita gantikan menggunakan gambar (image)  secara visual. Walaupun sebenarnya image bukan &#8220;menggantikan&#8221;  sepenuhnya dari fungsi titel dalam h1 ini, tapi lebih ke &#8220;bekerja-sama&#8221;  dimana kedua fungsi ini akan saling menggantikan.</p>
<p>Image Replacement ini memiliki beberapa metode diantaranya</p>
<h3>Fahrner Image Replacement (FIR)</h3>
<p>Diperkenalkan oleh Todd Fahrner, Metoda ini mungkin adalah metode image replacement yang paling terkenal dan banyak digunakan karena kemudahannya. Konsep dari metode ini sangat sederhana, yaitu dengan menyimpan teks dalam tag span diapit oleh tag heading:</p>
<pre><code>&lt;h1&gt;
&lt;span&gt;Fourg Core Gear&lt;/span&gt;
&lt;h1&gt;
</code></pre>
<p>Lalu aplikasikan image untuk menggantikan teks sebagai background pada elemen heading.</p>
<pre><code>h1 {
background: url(logofourg.gif) no-repeat top left;
width: 180px;
height: 50px;
} </code></pre>
<p>Lalu sembunyikan konten dalam span dengan:</p>
<pre><code>span {
display:none;
} </code></pre>
<p>Metode ini bekerja dengan sangat baik, namun ternyata memiliki metode ini akibat buruk terhadap aksesibilitas. Bila user menon-aktifkan tampilan image pada browser mereka, mereka tidak melihat apa-apa. Selain itu screen reader juga tidak membaca teks yang telah disembunyikan oleh metode ini.</p>
<h3>Phark</h3>
<p><a href="http://www.phark.net">Mike Rundle</a> memperkenalkan metode yang lebih screenreader-friendly dan menghindari penggunaan <a href="http://designworld.master.web.id/?p=119">non-semantic</a> tag.</p>
<pre><code>&lt;h1&gt;Fourg Core Gear&lt;/h1&gt;</code></pre>
<p>Metode yang dipergunakan Phark tidak membuat teks menghilang, tapi dengan memindahkan teks keluar area browser. Phark memberikan text-indent negatif yang besar,</p>
<pre><code>h1 {
text-indent: -5000px;
background: url(logofourg.gif) no-repeat top left;
width: 180px;
height: 50px;
}</code></pre>
<p>Screen reader dapat membaca dengan baik <strong>teks</strong> dalam <strong>h1</strong>, namun seperti halnya teknik FIR, metode ini tidak akan bekerja bila tampilan image tidak diaktifkan di browser karena keterbatasan bandwidth dan akses yang lambat.<br />
Masih terdapat beberapa metode Image Replacement kita akan membahasnya pada tulisan yang akan datang (bersambung&#8230;)</p>
<p><strong>Pustaka:</strong><br />
<em>CSS Mastery: Advanced Web Solutions; Budd, Andy; 2006; Friends of Ed.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/css-image-replacement-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal CSS Shorthand Property 1</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/mengenal-css-shorthand-property-1.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/mengenal-css-shorthand-property-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2006 14:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/mengenal-css-shorthand-property-1.html</guid>
		<description><![CDATA[Shorthand Property dalam CSS memungkinkan kita dapat mempersingkat penulisan CSS. Beberapa properti yang terdapat dalam satu kategori dapat ditulis dalam satu properti. Hal ini tentu saja dapat mempercepat penulisan CSS dan meminimalkan filesize.  Sebagai contoh penerapan CSS Shorthand Property, dapat kita lihat dibawah:
 p {
font-family: Arial, Helvetica, Sans-Serif;
font-size: 11pt;
font-style: normal;
}
dapat kita singkat menjadi:
 p [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shorthand Property dalam CSS memungkinkan kita dapat mempersingkat penulisan CSS. Beberapa properti yang terdapat dalam satu kategori dapat ditulis dalam satu properti. Hal ini tentu saja dapat mempercepat penulisan CSS dan meminimalkan filesize. <span id="more-107"></span> Sebagai contoh penerapan CSS Shorthand Property, dapat kita lihat dibawah:</p>
<p><code> p {<br />
font-family: Arial, Helvetica, Sans-Serif;<br />
font-size: 11pt;<br />
font-style: normal;<br />
}</code></p>
<p>dapat kita singkat menjadi:</p>
<p><code> p {<br />
font: normal 11pt Arial, Helvetica, Sans-Serif;<br />
}<br />
</code><br />
CSS Shorthand Property ini dapat kita terapkan pada background, font, margin dan padding, border, dan list.</p>
<h3>Background</h3>
<p>Pada background, CSS Shorthand Property memiliki sintaks sebagai berikut:</p>
<p><code> background: background-color | background-image |  background-repeat | background-attachment | background-position<br />
</code><br />
<strong> contoh:</strong><br />
<code> .elin {<br />
background: #EFEFEF url('images/background.jpg') repeat-x fixed top;<br />
}<br />
</code></p>
<h3>Font</h3>
<p><strong>Sintaks:</strong><br />
<code> font: font-style | font-variant | font-weight |  font-size | line-height | font-family<br />
</code><br />
<strong> contoh:</strong><br />
<code> p {<br />
font: bold 11px Arial, Helvetica, Sans-Serif;<br />
}<br />
</code> <strong><br />
</strong></p>
<h3><strong>margin dan padding</strong></h3>
<p><strong>Sintaks:</strong><br />
<code> margin: margin-top | margin-right | margin-bottom | margin-left<br />
padding: padding-top | padding-right | padding-bottom | padding-left<br />
</code><br />
<strong> Contoh:</strong><br />
<code> .left {<br />
margin: 11px 12px 30px 20px;<br />
padding: 11px 12px 30px 20px;<br />
}<br />
</code><br />
Supaya memudahkan mengingat, saya biasa menganalogikannya dengan putaran jarum jam yang selalu dimulai dari jam 12 (top). Untuk margin dan padding, ia memiliki perbedaan, dimana ia bisa dideklarasikan dengan lebih sederhana lagi:<br />
<strong> Sintaks:</strong><br />
<code> Margin: margin-top = margin-right = margin-bottom = margin-left<br />
</code><br />
<strong> contoh:</strong><br />
<code> .left {<br />
margin: 15px;<br />
}<br />
</code> berarti, untuk margin atas, kanan, bawah, dan kiri memiliki value 15px.</p>
<p><strong>Sintaks:</strong><br />
<code> margin: margin-top = margin-bottom | margin-right = margin-left<br />
</code><br />
<strong> contoh:</strong><br />
<code> .left {<br />
margin: 15px 20px;<br />
}<br />
</code> berarti, margin atas dan bawah 15px, sedangkan margin kiri dan kanan 20px;</p>
<p><strong>Sintaks:</strong><br />
<code> margin: margin-top | margin left = margin right | margin bottom</code></p>
<p><code /></p>
<p><code>.left {<br />
margin: 15px 20px 30px;<br />
}</code><br />
berarti, margin atas 15px, margin kiri dan kanan 20px, dan margin bawah 30px.<br />
bersambung...</p>
<p><code> </code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/mengenal-css-shorthand-property-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Variasi Arial dengan CSS</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/variasi-arial-dengan-css.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/variasi-arial-dengan-css.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2006 06:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/variasi-arial-dengan-css.html</guid>
		<description><![CDATA[Bosan dengan huruf Arial ? Terkadang saya sendiri berfikir, kapan dunia Web akan seperti dunia cetak dimana kita bebas menggunakan font apa saja tanpa kendala. Tips ini mungkin akan bermanfaat untuk Anda yang menginginkan font dengan tampilan berbeda namun tetap standard. Idenya sangat sederhana, mengatur Arial hanya dengan CSS.
Karakter Arial
&#8220;Arial memiliki keterbacaan yang baik pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bosan dengan huruf Arial ? Terkadang saya sendiri berfikir, kapan dunia Web akan seperti dunia cetak dimana kita bebas menggunakan font apa saja tanpa kendala. Tips ini mungkin akan bermanfaat untuk Anda yang menginginkan font dengan tampilan berbeda namun tetap standard. Idenya sangat sederhana, mengatur Arial hanya dengan CSS.<span id="more-106"></span></p>
<p><strong>Karakter Arial</strong><br />
&#8220;Arial memiliki keterbacaan yang baik pada ukuran 12 pixel atau setara dengan 9 Point atau 0.8em. Kurang dari ukuran 12px Arial akan terkesan kurus dan rapat hingga akan mempersulit dibaca. Arial sangat baik ditampilkan pada situs-situs resmi (berupa profil) yang tidak terlalu banyak menggunakan teks. Bila pilihan ternyata jatuh pada Arial untuk teks, gunakan jarak baris yang lebih besar dari standar, dan minimal ukuran huruf adalah 11px.&#8221;</p>
<p><strong>Normal</strong><br />
<span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px">&#8220;Arial memiliki keterbacaan yang baik pada ukuran 12 pixel atau setara dengan 9 Point atau 0.8em. Kurang dari ukuran 12px Arial akan terkesan kurus dan rapat hingga akan mempersulit dibaca. Arial sangat baik ditampilkan pada situs-situs resmi (berupa profil) yang tidak terlalu banyak menggunakan teks. Bila pilihan ternyata jatuh pada Arial untuk teks, gunakan jarak baris yang lebih besar dari standar, dan minimal ukuran huruf adalah 11px.&#8221;</span></p>
<p><strong>Variasi 1</strong><br />
<span style="font-size: 11px; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; letter-spacing: 1px">Arial memiliki keterbacaan yang baik pada ukuran 12 pixel atau setara dengan 9 Point atau 0.8em. Kurang dari ukuran 12px Arial akan terkesan kurus dan rapat hingga akan mempersulit dibaca. Arial sangat baik ditampilkan pada situs-situs resmi (berupa profil) yang tidak terlalu banyak menggunakan teks. Bila pilihan ternyata jatuh pada Arial untuk teks, gunakan jarak baris yang lebih besar dari standar, dan minimal ukuran huruf adalah 11px.</span></p>
<p>Teks diatas menggunakan Arial dengan ukuran huruf 11px, perbedaannya, ia ditampilkan dengan menggunakan properti <code>"letter-spacing: 1px;" </code></p>
<p><code>.arial {<br />
font-size: 11px;<br />
font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;<br />
letter-spacing: 1px;<br />
</code> }</p>
<p><strong>Variasi 2</strong><br />
<span style="font-size: 12px; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; letter-spacing: -1px; word-spacing: 3px">Arial memiliki keterbacaan yang baik pada ukuran 12 pixel atau setara dengan 9 Point atau 0.8em. Kurang dari ukuran 12px Arial akan terkesan kurus dan rapat hingga akan mempersulit dibaca. Arial sangat baik ditampilkan pada situs-situs resmi (berupa profil) yang tidak terlalu banyak menggunakan teks. Bila pilihan ternyata jatuh pada Arial untuk teks, gunakan jarak baris yang lebih besar dari standar, dan minimal ukuran huruf adalah 11px.</span></p>
<p>Teks diatas menggunakan Arial dengan ukuran huruf 12px, disini ia ditampilkan dengan menggunakan <code>"letter-spacing: -1px;" </code>dan <code>"word-spacing: 3px"</code></p>
<p><code>.arial {<br />
font-size: 12px;<br />
font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;<br />
letter-spacing: -1px;<br />
word-spacing: 3px;<br />
}</code></p>
<p><strong>Variasi 3 </strong><br />
<span style="font-size: 10px; font-weight: bold; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif">Arial memiliki keterbacaan yang baik pada ukuran 12 pixel atau setara dengan 9 Point atau 0.8em. Kurang dari ukuran 12px Arial akan terkesan kurus dan rapat hingga akan mempersulit dibaca. Arial sangat baik ditampilkan pada situs-situs resmi (berupa profil) yang tidak terlalu banyak menggunakan teks. Bila pilihan ternyata jatuh pada Arial untuk teks, gunakan jarak baris yang lebih besar dari standar, dan minimal ukuran huruf adalah 11px.</span></p>
<p>Variasi 3 ini cocok untuk menggantikan Verdana sebagai caption atau footnote, ukuran yang dipergunakan pada variasi ini adalah 10px, dan diberikan ketebalan <code>"font-weight: bold;" </code></p>
<p><code>.arial {<br />
font-size: 10px;<br />
font-weight: bold;<br />
font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;<br />
}</code></p>
<p><strong>Variasi 4 </strong><br />
Variasi ini saya pergunakan pada judul/header Design World, ia menggunakan:<br />
<code>h2 {<br />
font-weight: bold;<br />
font-size:</code><code> 14pt;<br />
font-family:   Arial, Helvetica, Sans-Serif;<br />
text-transform: uppercase;<br />
letter-spacing: -1.8pt;<br />
}</code></p>
<p>Nampak berbeda bukan? Saya pernah menggunakan beberapa variasi diatas untuk beberapa desain situs yang pernah saya buat, beberapa rekan kerja bertanya: &#8220;Itu font apa sih?&#8221;, &#8220;Eh itu pakai font Lucida atau Tahoma?&#8221; (Variasi 1), &#8220;Web kok pakai Arial Narrow, kan nggak standard&#8221; (Variasi 2), untuk variasi 3 banyak yang mengira itu Verdana, &#8220;Arial Black emang cocok buat judul ya?&#8221; (Variasi 4), He..he..he.. Ketipu looo :D.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/variasi-arial-dengan-css.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Inheritance pada CSS II</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/memahami-inheritance-pada-css-ii.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/memahami-inheritance-pada-css-ii.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2006 19:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/memahami-inheritance-pada-css-ii.html</guid>
		<description><![CDATA[Keuntungan utama dari Inheritance yang dimiliki oleh CSS adalah dapat mengurangi pengulangan perintah dan efektifitas file size, pada artikel lalu kita telah mengetahui hakikat dari inheritance melalui contoh tree view pada tag HTML. Artikel ini akan mengajak kita memahami kegunaan dasar inheritance CSS dan pengaplikasiannya.
Perhatikan kode CSS berikut ini:
.container {
font-family: Arial, Verdana, Helvetica;
font-size: 12px;
font-weight: bold;
color: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keuntungan utama dari Inheritance yang dimiliki oleh CSS adalah dapat mengurangi pengulangan perintah dan efektifitas file size, pada artikel lalu kita telah mengetahui hakikat dari inheritance melalui contoh tree view pada tag HTML. Artikel ini akan mengajak kita memahami kegunaan dasar inheritance CSS dan pengaplikasiannya.<span id="more-104"></span></p>
<p>Perhatikan kode CSS berikut ini:</p>
<p><code>.container {<br />
font-family: Arial, Verdana, Helvetica;<br />
font-size: 12px;<br />
font-weight: bold;<br />
color: #000;<br />
}</code></p>
<p><code>.boxkanan {<br />
font-family: Arial, Verdana Helvetica;<br />
font-size: 12px;<br />
font-weight: normal;<br />
color: #FFF;<br />
</code>}</p>
<p>Dimana kedua kode diatas di aplikasikan pada tag:</p>
<p><code>&lt;div class="container "&gt;&lt;div class="boxkanan"&gt; Teks dalam Kotak &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</code></p>
<p>Bila Inheritance kita pergunakan, maka penulisan CSS dapat kita persingkat menjadi:</p>
<p><code>.container {<br />
font-family: Arial, Verdana, Helvetica;<br />
font-size: 12px;<br />
font-weight: bold;<br />
color: #000;<br />
}</code></p>
<p><code>.boxkanan {<br />
font-weight: normal;<br />
color: #FFF;<br />
</code>}</p>
<p>.container merupakan parent dari <code>.boxkanan</code>, maka bila terdapat properti dari <code>.boxkanan</code> yang sama parentnya sebaiknya tidak usah ditulis karena secara otomatis tag yang berada di bawah hirarki tag lain yang didefinisikan akan memiliki sifat yang sama. Dalam hal ini, <code>font-family: Arial, Verdana, Helvetica; font-size: 12px;</code> yang telah dimiliki <code>.container </code>secara otomatis telah dimiliki pula oleh <code>.boxkanan</code>.</p>
<p>Inheritance berlaku tidak hanya pada tag yang memiliki class atau ID tetapi berlaku pula pada tag HTML yang tidak memiliki class atau ID. Hal ini merupakan keuntungan lain yang dapat kita manfaatkan. Tag HTML diatas dapat kita singkat menjadi:</p>
<p><code>&lt;div class="container "&gt;&lt;div&gt;Teks dalam Kotak &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</code></p>
<p>dan pada CSS dapat kita tulis:</p>
<p><code>.container {<br />
font-family: Arial, Verdana, Helvetica;<br />
font-size: 12px;<br />
font-weight: bold;<br />
color: #000;<br />
}</code></p>
<p><code>.container div{<br />
font-weight: normal;<br />
color: #FFF;</code><br />
}</p>
<p>Bila mana terdapat tag lain didalam tag HTML diatas seperti:</p>
<p><code>&lt;div class="container "&gt;&lt;div&gt;Teks dalam Kotak &lt;span&gt;Background&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Teks lainnya&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</code></p>
<p>Kita tidak usah mendefinisikan setiap tag baru dengan memberi pengenal seperti ID atau Class, cukup parentnya saja. Sekali lagi, yang Anda perlukan hanya mengedit CSS nya.</p>
<p><code>.container {<br />
font-family: Arial, Verdana, Helvetica;<br />
font-size: 12px;<br />
font-weight: bold;<br />
color: #000;<br />
}</code></p>
<p><code>.container div{<br />
font-weight: normal;<br />
color: #FFF;<br />
</code>}</p>
<p><code>.container div span {<br />
background: #efefef;<br />
} </code></p>
<p><code>.container div span p {<br />
font-size: 10px;<br />
font-weight: normal;<br />
}</code></p>
<p>Efisiensi dapat kita lakukan bila kita menggunakan inheritance pada CSS dengan baik. (Pupung Budi Purnama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/memahami-inheritance-pada-css-ii.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Inheritance pada CSS</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/memahami-inheritance-pada-css.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/memahami-inheritance-pada-css.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2006 22:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/uncategorized/memahami-inheritance-pada-css.html</guid>
		<description><![CDATA[CSS memperkenalkan Disainer Web pada istilah inheritance atau pewarisan. Inheritance juga membuat penulisan kode CSS menjadi lebih ringkas dan mengurangi pengulangan penulisan.
Berdasarkan artinya, inheritance atau pewarisan adalah sifat pengaturan properti yang dimana ia diterapkan pada sebuah tag, maka tag-tag lain yang berada diantara tag (atau dalam hirarki) tersebut akan memiliki sifat yang sama pula. Perhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CSS memperkenalkan Disainer Web pada istilah inheritance atau pewarisan. Inheritance juga membuat penulisan kode CSS menjadi lebih ringkas dan mengurangi pengulangan penulisan.<span id="more-103"></span></p>
<p>Berdasarkan artinya, inheritance atau pewarisan adalah sifat pengaturan properti yang dimana ia diterapkan pada sebuah tag, maka tag-tag lain yang berada diantara tag (atau dalam hirarki) tersebut akan memiliki sifat yang sama pula. Perhatikan kode css yang diterapkan pada tag Div berikut:</p>
<p>
<code><br />
&lt;div style=&quot;color:Red&quot;&gt;Bapaknya<br />
</code><code>	&nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Anak<br />
</code><code>&lt;/p&gt;<br />
  </code><code> &nbsp;&nbsp;&lt;span&gt;Anak&lt;/span&gt;<br />
&lt;/div&gt;<br />
  </code></p>
<p>Struktur hirarki dapat kita lihat pada gambar dibawah: </p>
<p><img src="http://designworld.master.web.id/images/images.gif" alt="Inheritance" width="136" height="62" /></p>
<p>
Maka bila dilihat di browser, tampilan <span style="font-weight: bold;">tag</span> diatas akan menjadi:
</p>
<div style="color:Red">Bapaknya</p>
<p>Anak</p>
<p><span>Anak</span>
</div>
<p>pada contoh diatas, Div menjadi parent dari P dan Span, dengan demikian bila kita mendefinisikan properti yang memiliki sifat <em>inherit </em>maka sifat yang sama selain berlaku pada parent juga berlaku pada turunannya. Bila tag diatas kita tambahan tag baru dibawah P:</p>
<p><code>&lt;div style=&quot;color:Red&quot;&gt;Bapaknya<br />
</code><code> &nbsp;&nbsp;&lt;p&gt;Anak &lt;span&gt;cucu&lt;/span&gt; </code><code>&lt;/p&gt;<br />
</code><code> &nbsp;&nbsp;&lt;span&gt;Anak&lt;/span&gt;<br />
&lt;/div&gt;</code></p>
<p><img src="http://designworld.master.web.id/images/images2.gif" alt="Inheritance" width="211" height="87" /></p>
<p>Maka tampilan di browser menjadi:</p>
<div style="color:Red">Bapaknya</p>
<p>Anak <span>cucu</span> </p>
<p><span>Anak</span>
</div>
<p>
</p>
<p>Inheritance pada CSS akan tetap berlaku pada tag-tag yang berada pada turunannya apabila  tidak didefinisikan. Pada contoh diatas, kita akan menambahkan properti pada Span cucu:</p>
<p><code>&lt;div style=&quot;color:Red&quot;&gt;Bapaknya<br />
  &lt;p&gt;Anak &lt;span style=&quot;color:Blue&quot;&gt;cucu&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;<br />
  &lt;span&gt;Anak&lt;/span&gt;<br />
&lt;/div&gt;</code></p>
<p>
<div style="color:Red">Bapaknya</p>
<p>Anak <span style="color:Blue">cucu</span> </p>
<p><span>Anak</span>
</div>
</p>
<p>Tidak seluruh properti yang dimiliki CSS memiliki sifat inherit, tapi banyak dari properti CSS memiliki sifat ini. Contoh properti yang memiliki sifat inherit adalah:</p>
<p><code>Font, (font-family, font-weight, dll) <br />
     Color, <br />
text-align,<br />
text-decoration,<br />
dan lain-lain</code></p>
<p>sedangkan yang tidak memiliki sifat inherit:<br />
  <code><br />
  Width, <br />
Height,<br />
Border,<br />
Z-Index,<br />
Float,<br />
dan lain-lain, <br /></code></p>
<p>Inheritance pada CSS dapat kita manfaatkan untuk efisiensi dan penghematan filesize CSS Anda, kita akan membahasnya pada tulisan selanjutnya.
</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/memahami-inheritance-pada-css.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
