Bekerja dengan Programmer
Bekerja dalam sebuah tim tentu saja berbeda dengan cara bekerja individu. Banyak diantara desainer “single fighter” merasa tertekan bila harus bekerja dalam tim. Yang paling mengesalkan adalah bekerja dengan programmer yang suka mengatur tampilan (baca: desainer), padahal dia bukan manager proyek. Bagaimanakah seharusnya posisi seorang desainer dalam tim?
Sekedar berbagi pengalaman, sekitar tahun 2001, saya pernah bekerja dengan sebuah tim menggarap proyek sebuah situs komunitas. Dalam tim itu, terdapat seorang programmer yang selalu mengatur dan mencampuri desain yang sudah saya buat, alhasil, tampilan akhir dari situs menjadi acak-acakan. Ada beberapa tips yang mungkin dapat bermanfaat bagi Anda yang akan atau sedang mengerjakan sebuah proyek dalam tim.
Desain adalah Tanggungjawab Anda
Jangan biarkan programmer mencampuri pekerjaan Anda, bagaimana pun juga, tampilan adalah tanggung jawab Anda kepada Manajer Proyek. Anda harus sedikit rewel bila mendapati tampilan yang telah dibuat berubah dari yang diharapkan.
Permudah Tugas Programmer
Mengetikan class=”formatteks” tentu lebih menyenangkan daripada mengetikan font face=”Arial” Size=”2″… untuk mempermudah penerapan format situs Web, pergunakanlah CSS. Sosialisasikan class-class yang digunakan dalam pemformatan situs dalam sebuah dokumen, beritahu kegunaan dan penggunaan dari tiap class yang dipergunakan.
Terbuka Untuk Saran
Walaupun desain adalah tangungjawab Anda, janganlah arogan terhadap usulan yang disampaikan rekan kerja. Pertimbangkan setiap usulan yang disampaikan kepada Anda, mungkin saja apa yang disampaikan oleh rekan kerja memang ada benernya. Namun hasil akhir tentu saja Anda yang menentukan.
Jaga Hubungan Baik
Dalam sebuah tim kekompakan adalah modal utama, nyaman atau tidak nyaman seseorang dalam tim itu ditentukan oleh hubungan kerja masing-masing anggota. Jadilah pribadi yang menyenangkan. Seperti seorang penceramah kondang berkata; berilah sikap terbaik kita. (Pupung Budi Purnama)