Kiat Klien Menurunkan Tarif

Oleh: Pupung Budi Purnama
June 12, 2006

Berhubungan dengan klien secara langsung mungkin jarang dilakukan desainer yang telah bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah perusahaan. Akan tetapi, bagi desainer freelance berhubungan langsung dengan klien (atau orang yang memberikan pekerjaan kepada Anda) pasti akan sering dilakukan. Satu pesan saya kepada Anda, jangan mudah terbuai dan percaya apa yang dikatakan calon klien mengenai project yang akan Anda kerjakan.

Tawar menawar harga memang biasa dilakukan, klien yang baik adalah yang mengerti cakupan dan beban kerja, hingga mereka tidak akan menekan cost kepada kita, karena mereka (klien) mengerti, cost akan berpengaruh terhadap kinerja. Namun bagi klien yang memiliki prinsip "ekonomi SMP" (Pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya) sedikit banyak akan membuat kita termenung, berhati-hati lah atau Anda akan menyesal kemudian.

Apa yang biasanya klien katakan kepada Anda (untuk menurunkan tarif):

Klien berkata:
"Ini adalah project pembuka, bila project ini goal, ada beberapa project lain yang akan jatuh ke tangan Anda."

Kalimat diatas adalah kalimat yang paling efektif dan paling sering keluar dari mulut klien. Iming-iming "Project lain" akan membuat kita masuk kedalam perangkapnya, karena Anda pasti harus berkorban dengan memberikan cost yang lebih rendah pada project pembuka untuk mendapatkan "Project Lain". Bila "project pembuka" telah selesai Anda kerjakan, jangan terlalu berharap ia akan kembali menghubungi Anda, karena siapa tau klien akan mencari korban lain seperti Anda.

Klien berkata:
"Sebenarnya ada beberapa kandidat dalam project ini, Meraka ada yang berani menawar dengan harga sekian… "

Bila Anda sedang BU (Butuh Uang -red) tentu Anda akan langsung menawar dibawah harga penawaran pesaing. Tapi sebelum menerima, hendaknya Anda tau cakupan kerja dan keinginan klien jangan sampai Anda menyesal telah menerima project tersebut. Bila Anda sedang tidak BU, berikan keyakinan kepada klien, bahwa hasil kerja Anda akan berada diatas penawar harga terendah, sebutkan kelebihan Anda.

Klien berkata:
"Project ini low budget / budgetnya rendah"

Sah-sah saja Anda menerima tawaran ini tapi dengan budget rendah cakupan kerja harus Anda sesuaikan juga.Beri pengertian kepada klien, bahwa dengan budget sedemikian, maka yang dapat Anda kerjakan adalah…

Pesan saya, pikirkan dahulu antara cakupan kerja dengan fee yang akan Anda dapatkan, jangan menyesal dikemudian hari. Berikan klien Anda kualitas dari pekerjaan Anda, yakinkan Anda satu-satunya desainer yang membuat dia berpaling kepada Anda karena hasil karya yang bagus dan cara kerja yang profesional. (Pupung Budi Purnama)

Tentang Penulis

Pupung Budi Purnama - Bukan pakar atau ahli, hanya seorang freelance web designer, tinggal di Bandung, Jawa Barat. Bergelut di dunia web sejak 1999, pernah bekerja di beberapa perusahaan IT sebagai desainer. Sehari-hari, ia menjalankan sebuah perusahaan web development dari kamarnya.

Category: Karir | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

19 Comments

  • wah .. ini sering terjadi nih .. aq sering mengalami nya sendiri … merdeka … :D

  • Hal ini memang sering terjadi.
    mungkin kalau bugget mereka kecil, mungkin dari design kita buat yg lebih simple dan pangkas juga jumlah halamannya dan yang lain-lainya, :D

  • Pupung Budi Purnama

    Fee = Beban kerja harus seimbang, ya gak ?

  • @ Om Prima
    websitenya di update donk :P

  • Angga

    wah iya juga ya. dulu saya sering diiming imingi dengan ‘project pembuka’ gituan :(

  • ian

    Kalo boleh nanya, trus ada gak list harga buat pegangan kita kalo nawarin buatin web dengan klien? Thanks

  • “Mmmm… saya pikir pikir dulu deh… Nanti akan saya contact ASAP”

    Kata kata itu terkadang menunjukkan client yang ga cocok soal harga :D

  • sony

    boleh juga tuch …tapi kira2 saya juga perlu tahu tuch dasar2 yang menjadi pegangan para desainer dalam menentukan halaman, semisal struktur web, jumlah halamannya, templatenya, dll.

  • Pupung Budi Purnama

    @ian + sony : Artikel sedang saya susun… + segala sesuatu yang berkaitan dengan itu, nanti bisa di download :D

    @kadal_api : yups, betul juga tuh… :D

  • Lilix5150

    Orang Indonesia memang kadang banyak maunya tapi nggak punya kemampuan (apalagi punya klien yang kolot nggak ngerti dunia IT wah ribet ngejelasinnya) maunya semurah-murahnya, makanya Indonesia ketinggalan teruzzz.

  • Lilix5150 :), bukan cuman orang indonesia saja. saya juga pernah dapat klien bule, ternyata sama saja,apalagi kan ga semua orang bule ngerti masalah IT 7 desain. Jadi menurut saya yang paling utama dan paling penting adalah , memberikan pemahaman dan ” mendidik ” klien. Kalau kliennya ” bodoh “, ga ngerti apa-apa tentang teknologi, akan sanngat susah menjelaskan seberapa tingkat kerumitan dan balas jasa yang akan kita terima. Selain itu sebelum berbicara masalah harga. kita harus menghargai dulu profesi kita, selanjutnya kita pasti akan mendaptkan harga yang pantas.begitu……

  • ekojune

    trus klo ada klien yg emang bener2 gaptek tp punya keinginan utk maju dg meng-online-kan usahanya. dia bilang akan bayar sesuai kemampuan lalu selanjutkan dibuat semacam kerjasama bagi hasil atau cicilan dari usahanya tsb ? tentu dg persiapan tanda tangan kontrak dll … gimana tuh ?

  • Pupung Budi Purnama

    @Ekojune: Kalau punya niat baik dan tulus, ya dibantu saja…

  • ada nih link ke versi bahasa inggris :
    TOP 10 LIES TO NAIVE ARTIST & DESIGNER :

    http://www.paintercreativity.com/articles/top-10-lies.html

  • wah kalo kayak gini…berarti aku hrs ngrubah pemikiran, bahwa klien yg pernah kita handle dengan baik akan meninggalkan kita gitu aja.
    Aku banyak nemuin kayak gitu…tuh klien yang maunya murah tapi hrs dapat barang yg bagus n pas buat dia……
    GA ADIL DONG DENGAN KERJA SUSAH KITA….

  • hmm… terus kalo nentuin dengan fee sekian hasilnya akan sekian gimana caranya..? soalnya biasanya kalo ak dapet project, ya aku kerjain abis2an sesuai permintaan klient.. harusnya kayak gimana?..
    sorry baru nanya sekarang… baru ketemu link ini.. ternyata keren.. usefull banget… :) maju terus designworld…. :)

  • capekk dehh kalau yang kayak ginian.. tapi cocok dehhh buat yang mau ngawal ngawalin… hehehehe.. Sekali dua kali jatuh see gak papa… tapi coba pikirin.. kebo aja gak jatuh ke lobang yang sama dua kali
    ( kebo di rumah gua kagak… )
    nahh itu loe tau… tergantung kasusnya see :D

  • thanks imunya gan!!!! maju terus freelancer……….

Leave a Reply