Berkecimpung di dunia Web sejak tahun 1999 membuat saya mengetahui banyak hal mengenai Dunia ini, mulai dari urusan klien, deadline,teknologi, sampai dengan urusan gaji. Kali ini saya akan menggaris bawahi mengenai “Urusan gaji”. Bagi kalangan awam (non-Web / IT) berpendapat bekerja di dunia IT merupakan sebuah pekerjaan yang “basah”, pekerjanya dibayar mahal, jam kerja tidak ketat alias lebih santai, hingga fasilitas yang diberikan perusahaan yang mempermudah kinerja. Tidak ada salahnya mereka berpendapat demikian, mungkin dibenak mereka, semua pekerja IT itu sama bila dibandingkan dengan yang bekerja di perusahaan besar.
Apa yang mereka ketahui tidak sepenuhnya benar, namun sebenarnya hanya sebagian kecil saja kuli IT di Indonesia yang memiliki fasilitas kerja seperti yang disebutkan diatas. Banyak diantara pekerja IT bahkan menerima gaji UMR atau bahkan dibawah itu, sungguh menyedihkan. Belum lagi pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan seringkali melebihi kapasitas seharusnya.
Membicarakan gaji standar di Indonesia memang akan menjadi dilema tersendiri, ditengah ketatnya persaingan dan banyaknya resource baru yang menjadi saingan kita, mau tidak mau kita banting harga guna mendapatkan pekerjaan. Oh… Nasib.
Ada satu bacaan menarik yang patut Anda simak mengenai standard gaji pekerja IT di Indonesia. Sebuah survey yang dilakukan oleh Kelly Services Indonesia yang melakukan survey pekerja di berbagai bidang di Indonesia, termasuk Teknologi Informasi.
Cukup menarik menilik nilai yang terdapat pada hasil survey tersebut. Karena nilai minimun standard gaji jauh diatas gaji sebenarnya yang sering diterima oleh desainer Web pada umumnya di beberapa kota selain jakarta. Pada survey tersebut mencantumkan gaji Rp. 4.000.000 – Rp. 6.000.000, angka yang diatas rata-rata menurut saya untuk seorang desainer Web yang ada di Indonesia.
Banyak hal yang perlu dipertanyakan pada hasil survey ini, seperti lama bekerja, jabatan (senior designer atau junior designer), apakah sudah termasuk tunjangan (fasilitas) atau belum.
Saya pribadi sering kali bertanya kepada teman-teman yang yang bekerja diberbagai perusahaan, yang rata-rata mereka mendapatkan gaji pada kisaran 3 juta rupiah tiap bulannya untuk kota Jakarta. Lain halnya dengan di kota lain, di Bandung, rata-rata desainer dibayar dengan gaji 1-2 juta rupiah tiap bulannya. Tentu saja pendapat saya ini bukan sebagai referensi resmi, hanya sebagai gambaran kasar saja mengenai gaji seorang desainer web di Indonesia bila mengacu kepada hasil survey Kelly Services Indonesia.
Mengapa Gaji Rendah
Tentu saja hasil survey Kelly Services Indonesia, adalah impian kita semua. Namun, banyak hal yang sangat berpengaruh terhadap nilai gaji yang kita peroleh. Yang paling dirasakan ketika kita melamar sebuah pekerjaan kepada perusahaan adalah faktor “peluang”, semakin besar peluang, maka semakin besar pula kesempatan kita memperoleh gaji yang tinggi. Saingan yang semakin banyak tiap tahunnya akan memperkecil peluang kita dan tentu saja bisa menurunkan gaji standard rata-rata yang diperoleh.
Pihak perusahaan pun mengetahui tentang hal ini, hingga mereka dengan semena-mena menolak gaji yang anda usulkan “Hah !! Mahal Amat!!”, “Maaf, budget kami terbatas”, atau “Kami hanya mencari desainer yang bisa digaji 1 juta sebulan” atau pernyataan-pernyataan lain yang bisa membuat anda putus asa, dan bila Anda sangat membutuhkan pekerjaan tersebut, akhirnya menyerah dan menerima. Sungguh menyedihkan….
Tips Mendapat Gaji yang Lebih Tinggi
Saya memiliki beberapa poin yang bisa Anda perhatikan untuk bisa menaikan gaji Anda ketika melamar pada sebuah perusahaan:
- Portfolio yang meyakinkan
- Wawancara yang positif dan meyakinkan
- Memiliki kemampuan spesifik
- Pengalaman kerja
- Latarbelakang Studi (tempat kuliah, program yang diambil)
Bagaimana menurut Anda? Ada yang ingin ditambahkan?
83 Responses to Standar Gaji Pekerja Web Indonesia
irwan hadiansyah April 2, 2008
Oh ya kawan-kawan. Ada dua pilihan hidup untuk dapat gaji gede:
1. Jadi freelance
2. HIJRAH KE JAKARTA!!
Aku asli orang Cianjur Jawa Barat. Aku sama seperti kalian “didaerah gaji sangat kecil”. Freelance udah aku lakuin, hasilnya butuh perjuangan lebih banyak di daerah. So, langsung aku hijrah ke jakarta dan akhirnya dapet kerjaan di JobsDD.com Indonesia jadi visual desainernya. walhasil, gaji lumayanlah buat seorang suami + 1 istri + 1 orang anak….
Lime April 9, 2008
Saya tinggal di daerah Jogja. Memang yang saya rasakan disini sangat memprihatinkan untuk seorang desainer terutama aku sebagai junior, aku g tau berapa harga desain disini. Mohon petunjuk harga standar mati untuk desain pembuatan spanduk dan kaos. Trims buat para master desain disini. salam ^_^
zamboze April 10, 2008
wah.. masa sih 1-2 juta perbulan??
saya desain web yang dikerjakan cuman 4 hari aja bisa 1.5 (freelance) mustinya perbulan minimal yah 3 juta gitu^^
padahal saya sendiri bukan anak desain dan bukan juga anak IT… tengah2 lah^^
tapi pernah juga clientnya terlalu banyak minta perubahan sampe saya gak sanggup lagi karena dah mao ujian… akhirnya bayarannya malah dipotong^^
untuk freelancer, sebelom terima job jangan lupa harus ada perjanjian hitam diatas putih^^
serius gak nih April 11, 2008
yg atas gw… serius apa bcanda ni bro ?
gudlow April 15, 2008
4 hari bisa 1.5 (freelance)?
wah hebat.. kapan bisa kayak gini yah..
yoes christa April 15, 2008
hallo semua,!
Salam kenal,saya new comer nih,masih baru belajar ingin gabung di master.web.id/.
kirim-kirim dong advicenya.ke email saya,pasti deh dibalas thanks.
yoes.christa.!
paman linglung April 21, 2008
ikut nimbrung nih hehe. soalnya topiknya menarik untuk dibahas nih.
sebenernya saya jg lagi gundah gulana selama 2 bulan ini. coba memutuskan untuk jadi freelancer atw kerja di orang. Mengingat belakang hari ini nyari perbandingan sama temen2 saya sesama designer. menurut 3 dari temen saya bilang bahwa gaji yang saya terima sangat kecil (1jt) kata mereka untuk design web itu minimal 1.5jt-3jt kalau untuk daerah Bandung.
Temen saya yang satu dapet 1.75jt di bidang percetakan. yang satu lagi 1.5jt dibidang kaos. trus yang satu lagi 1.5 juga di bidang editing
sedih banget tuh, mereka cuma main di photoshop ama corel doang. lah kalo saya dah photoshop, corel, flash, 3dmas, dreamweaver, css, bahkan bisa nyampe ke scripting :((..uuuuuUuuuuh
karena itu saya merangkap jadi freelancer di situs freelancer semenjak awal tahun ini. dan sebagai perbandingan saya Alhamdulillah ada hasilnya. kemaren aja dapet projek seharga $260 buat ngewarnain 25 gambar. gambarnya simple banget dan saya kerjain selama 2minggu. kalo ga sambil kerja di orang mah bisa nyampe 4-5 harian (lebih efisien)
Alhamdulillah kalo ditotal dah dapet >7.5 jt selama 3 bulan ini( sekitar 2.5jtan sebulan). bayangin itu ga full, saya nyari jobnya hanya sabtu minggu aja.
Lagi nunggu kerjaan beres nih buat keluar kerja, dah dua bulan ga kelar2… bawaanya males banget ngerjain di kantor
SO BE A FREELANCER ANG WE WILL FREE
marcs April 23, 2008
Terus terang gue juga sebelll…
ama namanya harga/gaji Designer di indonesia yang begitu jatuhhhh…..
gimana kalau brantas aja tuh yang kasih design murah and gratisssss
paling baguss kasih patokan (standar yang sesuai and jujur)
gue juga banyak client yang cerewet and bawel giliran dah jadi gue kasih harga bengong….”mahal sekali” sambungnya “disana aja murah mas” terpaksa deh. batal ..mampus lah aku kwkwkwkkwkw
shinta April 26, 2008
duhhh ksian bgt syihhh
smua pada ngeluhhhh
lam knal utk smuanya ya ^_^
Jay April 28, 2008
Uuum…. emang bener nich… gw kerja sebagai IT Consultant and Programmer di sebuah perusahaan swasta di Surabaya…. Setiap hari selalu saja gw seperti dikejar2 orang abis gw disuruh nangani 2 project sekaligus…. Duuuh mak udah mumet mikirin program, mumet mikirin customer yg cerewet aja…. gitu itu masih tega bayar gw cuma 1.8… Pingin rasanya gw pergi aja ke luar enak krn gw pikir di luar sana programmer kayak aku gini lebih dihargai daripada di Indonesia….. Hik..Hii..Hikkk…:(
bayrude May 2, 2008
gw pernah dpt freelance dari turki dan singapore bikin desain t-shirt, 1 desain t-shirt harganya 20 $, kebetulan waktu itu acc 10 dari 20 desain so gw dpt 200$ dalam waktu cuma beberapa hari. ironisnya gw digaji di kantor 2 jt perbulan target sehari 6-8 desain nah…lho!! bnr deh di luar kita bisa lebih dihargai! so kalo ada waktu libur misalnya sabtu atau minggu sempetin deh cari freelance di luar. buat nambah2ain penghasilan..
ketipu May 9, 2008
heleh..heleh….nasib web desain masa depan suram,apalagi sekarang banyak yang nyari seorang superman…..
sungguh malang nasib seorang web desain….kira..kira..setuju nggak dengan dicarinya seorang superman
dodo May 15, 2008
wah… pada senasib semua ya..
menurutku sih ada 3 pokok masalahnya :
- Web disain itu pekerjaan client-based, jadi seberapa penting client itu memandang web akan mempengaruhi nilai pekerjaan itu. Mungkin belum banyak client yang aware pentingnya web, pentingnya disain web yang baik, apalagi pentingnya disain web yang baik dan compliance dengan xhtml, css, web 2.0 dll.. kebanyakan gak akan peduli, kecuali yang gede2 atau pma…
- Disainernya sendiri juga banyak yang ‘melacurkan’ diri, bikin disain asal jiplak, gak peduli orisinalitas, apalagi compliance. Trus jualannya ‘kiloan’, itung per halaman (kenapa gak per byte aja sekalian). Jadi client juga cuma ngehargai berdasarkan ‘material’ aja, dan mereka ya senang2 aja. Ibarat beli cd/dvd bajakan, yang dibayar cuma harga keping, cover dan distribusi aja, isinya gak ada harganya. Sama kayak nasib arsitek (basic gw arsitek.. ), yang harus cari untung dari markup harga material bangunan, karena fee disainnya sangat kecil atau malah gak dihargai sama sekali.
- Pemahaman soal web design sendiri juga sangat dangkal, baik dari sisi client maupun designernya sendiri. Jadinya agak sulit dijual mahal, karena orang taunya cuma kerjaan disain di photoshop/fireworks, slicing, koding, upload, testing, selesai. Coba ada berapa proyek web disain di Indonesia yang melibatkan information design, interface specification, interaction design, information architecture, usability testing, dll… paling cuma segelintir.. web design company atau it company yg gede2 aja banyak yg gak paham…
pailul May 18, 2008
hmm.. mau sharing nih. Sebenrnya masih bisa kita mendapat gaji yg memadai utk posisi IT disini. Saya baru aja diterima di sebuah IT consultant dgn salary hampir 5 jt sebulan padahal saya seorang fresh graduate. Kalo utk standar gaji IT yaa emang enak bgt klo ngikutin standar luar. Saran saya klo mau terjun di IT, carilah company yg PMA klo mau dpt standar gaji lumayan krn biasanya mereka menghargai seorang fresh graduate. Tapi dari kitanya jg udah harus punya skill yg dibutuhkan oleh company tsb walopun cuma basicnya. Jadi pada saat nego gaji, kita berani tawar menawar, wong kita punya skill kok :) misalnya Java dgn sedikit pengetahuan di Spring / Hibernate atau pemahaman ttg database dan multithreading. Terus, klo ada company yg ngasih 1,5 – 2 jt sebulan ya mending dipertimbangkan dulu deh sebelum diambil hehe… tapi jgn lupa tetep bersyukur berapapun yg kita terima, toh jutaan pecari kerja jg mengantri :)
zamboze May 19, 2008
gak terlalu jauh dari web design, tapi ini illustrasi gambar… teman wa ada yang jago illustrasi..satu illustrasi dibayar cuman 150.000 aja… sedangkan di luar (US) seorang illustrator bisa dibayar sampe 500$ per illustrasi^^
emang kalo design menurut wa enakan freelance sih^^
makanya wa milih kuliah IT walaupun wa bisa design…. lumayan enak karena di fakultas wa jarang yang bisa design jadi kalo ada proyek yang butuh design sering dikasih ke wa^^…
termasuk yang web design yang wa kerjain selama 4 hari itu (yang dibayar 1.5)
zamboze May 19, 2008
@ ketipu diatas wa: maksudnya superman??
herusastro May 20, 2008
Jadi freelancer pilihan yang tepat, tapi mesti punya sambilan kerja di tempat orang, dengan itungan 10% gaji didapat dari perusahaan orang dan yang 80%dapet dari usaha freelancer…
tetetzet May 22, 2008
iya nih.. kayaknya emang enak jadi freelance.. aku juga freelance (web desainer, meski bukan lulusan IT/desain). Tp masalahnya kalo freelance kan ga selalu dapet order.. kayaknya orang2 indonesia memang belum bisa menghargai sebuah karya orang lain sehingga gaji para desainer Indonesia kebanyakan masih jauh dari harapan..
senja June 9, 2008
wah panjang juga comment nya :D
benar bahwa harga pasar tenaga kerja diindonesia itu memang relatif kecil, tapi kalau menurut saya, gak fair juga kalau hanya menilai gaji, harus nya para pelaku kerja juga mengetahui basic skill mereka.
Banyak kok, orang yang baru masuk kerja, udah di gaji 1,5 – 2,5 jt, tapi udah teriak-teriak bahwa mereka tidak dihargai, padahal kerjanya aja masih banyak nanya. tapi memang tidak sedikit orang yang berkemampuan tinggi dibayar tidak jauh beda sama yuniornya.
saran untuk yang sudah senior dibidangya tapi gak ‘dihargai’ tinggi, ya pindah aja, atau mungkin jadi freelancer.
kalau yang masih pemula, dengan beban kerja yang tinggi, saran saya sih kerja keras aja dulu, toh nanti hasilnya akan kelihatan, gak ada kerja keras yang percuma. kalau perusahaan kita yang tidak menghargai, nanti pasti ada perusahaan lain yang menghargai. jangan biasakan mental mengeluh.
percayalah..percayalah.. :D
+dion June 22, 2008
Saya rasa ini merupakan rahasia umum. Desain kita(di Indoensia) emang dihargai rendah sekali. Tapi kita juga jangan sepenuhnya menyalahkan klien atau pembeli, tapi kita sendiri sebagai desainer juga harus menghargai karya kita sendiri,menjaga kualitas,oroginalitas, dsb. Klo kita sendiri gk mengargai desain kita, gk salah klo akhirnya banyak banting harga.Akhirnya sesama desainer bersaing meraih klien dengan cara menekan harga serendah-rendahnya.Nah tuh, imbasnya kan ke temen2 desainer sendiri.Kasihan yang bener2 desainer sejati,berkarya dengan otak, kerja keras,yang akhirnya membuahkan karya desain yang baik. Bahkan imbasnya jg ke kita sendiri ke depannya….kapan naiknya harga desain kita.
Klo aku sendiri sih sementara(gk tau sampe kapan) udah gk kerja di perusahaan lagi. lebih memilih freelance. Mungkin sementara itu yg paling tepat buatku. Kayaknya untuk mendapatkan gaji standart di perusahaan sekarang udah mentok, setelah aku pikir n itung2 untuk beberapa tahun dapetnya paling cm segitu, gk sebanding sama keringat yang aku keluarkan.
Tapi freelance klo dapetnya dari dalam negeri sih sama aja dong??! So, aku tancap langsung cari klien ke luar negeri.Bukannya gk nasionalis, tp kita jg harus profesional.Gak munafik klo orang luar lebih menghargai karya kita, bukan melihat latar belakang.Yang terpenting adalah portfolio kita bagus,kerja keras, deadline yang ditepati,dan penawaran yang sesuai,makana mereka gk segan2 membayar kita lumayan$$$…Klo karya kita berkualitas dan kerja kita bagus,aku yakin klien gk bakal ninggalin kita.Klo ada job lagi kita pasti di kasih atau bahkan kita akan di kontrak untuk jangka waktu lama.
Aku sendiri sekarang masih berjuang sebagai freelance, meski kadang ‘keteteran’ n repot sendiri karena bingung dengan beberapa order. Bahkan ada beberapa yg ‘terpaksa’ aku lepas. Dan ada juga yang aku lempar ke temen2:(
Sebenarnya sudah banyak desainer yang melakukan ini, cuma mungkin jarang terdengar.Tapi tidak ada salahnya kita langsung bersaing dengan desainer luar.Kualitas desain kita tidak kalah dengan mereka.Bahkan mgkn sebagian besar klien lebih memilih kita karena harga lebih murah dikit dibanding mereka cari desainer disana. api ‘sedikit’ buat mereka mgkn ‘besar ‘ buat kita..hehe..jadi simbiosis mutualisme…sama2 diuntungkan. Klo masalah payment sudah tidak ada masalah lagi, karena sekarang udah banyak jasa2 payment antar negara yang aman, misal Paypal, Ikobo, e-gold, Western Union, dsb.
Ok, kepada desainer Indonesia, tidak ada salahnya kita mencoba untuk mengasah kemampuan kita untuk bersaing dengan negara lain. memang benar sebenarnya banyak karya2 desain (t-shirt, Komik, ilustrasi, dll) di luar sana merupakan produk asli desainer Indonesia.Jangan menyerah!!! ‘n Ayo ‘Go International’ !!!!
tarzay July 13, 2008
…Ass?iyah…bener temen2, aku juga agak bingung …masalahnya aku seorang IT( Komputer Jaringan ),gaji aku juga ga seberapa…..sebulan cuma 1,6jt…kerja berat di otak ga berat di dengkul sih…tapi ko bisa yah….apa orang atasan kita…ga ngerti kali yah…. kita kerjanya pusing2 terus….”ngurusin internet, belum kalo ada trouble Perangkat Fiber Optik,belum Seplecing kalo kabel putus, belum SCADA….belum LAN-WAN,belum ngurus yang lainya……waduh…puyeng ….inilah kerja kita kalo ga ngajukin keatasan kita atau …kemana….tapi ingsyallah kalau dah lulus ujian CCNA-nya aku mau keluar ajalah dari tempat kerjaku…?ada solusi ngga temen2….?sutar_jaya@yahoo.com
Andrie July 16, 2008
Fiuh… banyak sekali desainer yang mengeluh disini. Gue gak memiliki background desainer sih, gue dari Akuntasi tapi cari makan dibidang desain web…
Well, gue cuman mau bilang. Tidak cuma desainer aja yang dihargai rendah oleh perusahaan-perusahaan pada umumnya. Nasib kami para akuntan atau staff akunting juga sama. Tapi bukan sama dari segi nominal gaji yang mereka terima.
Bagi sebagian orang mungkin melihat gaji seorang akuntan itu tinggi, memiliki fasilitas yang cukup, sering jalan-jalan ke luar kota, blablabla…. Menurut perkiraan saya, gaji akuntan atau staff akunting di perusahaan di jakarta untuk fresh graduate berkisar antara 2-3 juta per bulan. Bahkan kalau dapet perusahaan yang lebih bonafid mungkin bisa memperoleh sekitar 3-5 juta perbulan.
Tapi asal Anda tahu, seorang staff akunting itu memiliki load kerja yang lumayan berat. Sering kali mereka harus lembur di hari sabtu dan minggu. Tidak sedikit pula dari mereka yang harus beberapa hari nginep di kantor. Tak sedikit pula dari mereka yang mondar-mandir ke luar kota untuk melakukan audit.
Buruknya lagi, potensi jenjang karir di bidang akuntansi cukup buruk. Ada seorang teman yang bekerja di salah satu stasiun TV di jakarta yang digaji kurang dari 4 juta rupiah padahal dia sudah bekerja disana selama 8 tahun. WOW!! Asal Anda tahu, perusahaan TV tersebut bisa dibilang cukup bonafid.
Gue sih OGAAAAAHHHH!!!!
Atas alasan itulah gue beralih dari bidang akuntasi ke bidang web dan software development.
Tapi gue bukan seorang freelancer. Gue bikin PT (perseroan terbatas) dengan modal 5-10 juta, trus gue cari proyek kesana kemari untuk cari makan.
Pada awalnya memang sulit, karena gue blm punya portofolio sehingga gue harus mondar-mandir, telp sana telp sini, iklan sana iklan sini. Gue juga membandrol sebuah website dengan harga murah demi mendapatkan beberapa portofolio awal. Perjuangan awal memang sulit, tapi disitulah kita diseleksi, apakah kita memiliki kualitas atau tidak
Setelah bergeerilya beberapa bulan gue mulai merasakan bahwa perjuangan gue gak seberat sebelumnya. Sekarang gue mulai dicari-cari orang untuk pembuatan web.
Sekarang gue bisa menjual rata2 2-3 website perbulan dengan harga 5-10 juta. Gue gak ada kantor, tapi ada 1 orang asisten yang bantu gue.
Bisa tebak kan berapa penghasilan bersih gue sebulan? Gue rasa itu sangat cukup untuk membiayai seorang bujangan berusia 26 tahun yang masih doyan nongkrong sana sini atau jalan-jalan sama pacar.
Nah, yang ingin gue sampaikan disini adalah jangan salahkan apa pekerjaan Anda. Tapi salahkanlah mindset Anda. Untuk bisa memperoleh penghasilan yang Anda harapkan, sebaiknya TUNE UP YOUR MINDSET. Berpikirlah untuk menciptakan sesuatu yang kreatif. Rubah mindset Anda. Kalau kata Robert Kiyosaki: “jangan bekerja untuk uang, buatlah uang bekerja untuk Anda”.
Mulai detik ini, coba Anda kumpulkan informasi2 yang mungkin bisa jadi potensi untuk menghasilkan uang bagi Anda. Saya yakin… tidak ada namanya istilah Get-Rich Quick. Jangan tertipu oleh setan itu. Yang ada adalah: “Anda harus melakukan effort yang maksimal untuk menjadi kaya, bukan butuh modal yang banyak”
Wedew… panjang juga komentar gue….
Btw, kunjungi dong website gue: http://www.yudatama.com
Tak tunggu yo!!
Fauzan Abu Ramza July 17, 2008
hmm…
Kalo nilai itu paling adil harus dari dua sisi kan?
Kenapa kok gaji ‘cuma’ 1-2 juta? ya karena company gak bisa kasih yang lebih mahal. Kenapa? client gak ada, masih dikit yang paham tentang apa itu usability, apa itu desain web yang bagus, dll. yang mereka mau, asal ada web.
Maka jadilah banyak tuh web yang ditawarkan dengan harga dibawah 1 juta. Lebih parah lagi, dibawah 500rb juga banyak.
Client gak peduli, yang penting dia ada web.
Ya begitulah kondisi di Indonesia. Tapi klo ada yang ditarget 6-8 desain (emang ini web?) dalam sehari, ngaco abiz itu.
either way, nyari kerjaan/project itu nggak gampang. Memang freelancing adalah opsi yang bagus untuk nambah nambah, tapi klo mau fokus di freelancing, siap siap aja makan ati dan puasa karena kita gak dapet dapet project.
Let’s just face it, some of us excels at making web designs, some of us excels at web coding, some of us both, but most of them knows a little about convincing their customer and winning a project (while maintaining good and professional communication).
Kalo di DheZign.com sini, sama sama ngerti antara company dan karyawan. Kalo project lagi rame, pastilah ada bonus. Kalo lagi sepi, ya sebisa mungkin gaji tetep, biar company yang nanggung. Biarpun gaji gak gede gede amat (walopun ukuran surabaya dah lumayan), kalo company gede, gaji juga naik. Intinya kita bareng bareng.
btw, sekalian numpang iklan, ADA LOWONGAN DI http://www.pernikmuslim.com/lowongan.php Yang minat monggo apply :)
RaYz August 6, 2008
Untuk semuanya, thanks banget.
Infomasi yang sangat bermanfaat.
Saya jg ingin sharing, ada baiknya profesi design bekerja ke hollywood.
Coba2 saja untuk magang, jika sukses lumayan bisa masuk bekerja disana dengan gaji yang tinggi.
Infonya bisa googling di internet banyak banget.
“Sering2lah anda bereksplorasi utk berinovasi”.
Salam.
bony August 12, 2008
Hallo ,bagi anda seorang freelancer atau webmaster yang ingin memposting projek bisa daftar di http://www.esialance.com ,untuk deposit dan withdraw bisa langsung ke BCA.
*Aku juga baru diberitahu ama temen,tampaknya website baru launching..
sastro August 19, 2008
wuih……….ternyata ky gtu ya khidupan di belantara web desain di indonesia. g nyangka, kirain yang namanya kuli IT tu pada makmur2 n subur2. eh g taunya. padahal q jg termasuk fresh graduate n pnya rencana mo “membabat alas” on website tentunya. tapi pas habis baca post2 di atas kyanya perlu memutar otak lebih lagi neh, biar bisa tetep survive di hutan belantara ini. btw buat akang2 yg blg klo ud pernah freelance d luar kasih tau dunk caranya. thanx a lot buat infonya, ditunggu loh…….
Dexster August 31, 2008
Wah…tau gtu bsk anak sya ga bkalan sya kuliahkn di jurusan informatika!! Hbs liat cerita2 ky gtu sya ga tega dgrinnya..Kynya bs tambah apes deh… Kl blh jjur sh 4 jmpol bwt para IT,tp jgn GR dlu.. Jmpolnya kebalik broo…
Razor September 4, 2008
Wew menarik juga nih threadnya, que kira u/ mslh standar gaji yg satu ini sih agak rumit pemecahannya cos que juga ngalami sendiri skrng ini, dmn tdk dpt 1 project cuman dpt uang hanya 5jt itupun dideadline 3 bln terhitung bln skrng, jah walaupun que g kekantor tiap hari gpp asalkan data jika selesai dikirim lewat email ato dtng kekantor que,jd itungannya klo que sih selama project belum selesai que tdk dpt apa2 cuman dpt uang transport doang tp enaknya project que itu continue terus, tp kata temen kantor que yg udah senior nih, loe jgn mikirin brp uang dulu tp u/ mslh yg berhub. komp, loe klo bisa menciptakan suatu produk yg dimana produk itu ada nilai jualnya jah semacam eksperimen gitu, qt ambil contoh sejarah berdirinya perusahaan IT besar spt google, yahoo, de el el. Mrk menghabiskan waktu bertahun2 u/ dpt menemukan suatu inovasi IT, trus que jwb jah merekakan makannya gak NASI, kekeke…klo que sih ada ide gila tp blum que laksanakan tp juga apakah ini berhasil…? mo tau, rencananya sih que mo nyiptain suatu teknologi IT khususnya yg dapat menangkal suatu dunia yg beda dgn kita misalnya dunia makhluk halus, ilmu hitam, skrng gini aja lha ilmu hitam aja dah mampu menembus teknologi masak teknologi g mampu menembus dunia itu…ide konyol ya bro…wkwkwkw, stres que mikirinnya…
preaxz September 17, 2008
*Gw lagi asik bikin CMS sendiri sampe akhirnya laptop pecah karena jatuh diterjang kucing, mandeg*
Huehehehe .. ternayta gw ga sendirian.
Tapi untuk meyakinkan client untuk lebih menghargai kerjaan kita itu mudah, banyak jalan dan pengalaman akan membawa ke kesempurnaan.
Yang jadi masalah bagi saya sekarang, tau sendiri, di jogja, urusan desain nggak ada harganya, kakak saya yang di advertising nyerah dan balik ke surabaya pada akhirnya, om yang di desain graifs cabut ke jakarta buat sekedar mengais rupiah yang tersisa, cuma tinggal saya yang bertahan di web desain, meski mungkin sebentar lagi cabut juga karena nggak kuat ma perang harga yang ada. Masa satu web utuh ada yang berani kasi harga 200ribu!?
Gila aja tuh orang.
Semoga Yang Maha Kuasa membukakan mata orang-orang picik itu.
Amin