Standar Gaji Pekerja Web Indonesia

Berkecimpung di dunia Web sejak tahun 1999 membuat saya mengetahui banyak hal mengenai Dunia ini, mulai dari urusan klien, deadline,teknologi, sampai dengan urusan gaji. Kali ini saya akan menggaris bawahi mengenai “Urusan gaji”. Bagi kalangan awam (non-Web / IT) berpendapat bekerja di dunia IT merupakan sebuah pekerjaan yang “basah”, pekerjanya dibayar mahal, jam kerja tidak ketat alias lebih santai, hingga fasilitas yang diberikan perusahaan yang mempermudah kinerja. Tidak ada salahnya mereka berpendapat demikian, mungkin dibenak mereka, semua pekerja IT itu sama bila dibandingkan dengan yang bekerja di perusahaan besar.

Apa yang mereka ketahui tidak sepenuhnya benar, namun sebenarnya hanya sebagian kecil saja kuli IT di Indonesia yang memiliki fasilitas kerja seperti yang disebutkan diatas. Banyak diantara pekerja IT bahkan menerima gaji UMR atau bahkan dibawah itu, sungguh menyedihkan. Belum lagi pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan seringkali melebihi kapasitas seharusnya.

Membicarakan gaji standar di Indonesia memang akan menjadi dilema tersendiri, ditengah ketatnya persaingan dan banyaknya resource baru yang menjadi saingan kita, mau tidak mau kita banting harga guna mendapatkan pekerjaan. Oh… Nasib.

Ada satu bacaan menarik yang patut Anda simak mengenai standard gaji pekerja IT di Indonesia. Sebuah survey yang dilakukan oleh Kelly Services Indonesia yang melakukan survey pekerja di berbagai bidang di Indonesia, termasuk Teknologi Informasi.

Cukup menarik menilik nilai yang terdapat pada hasil survey tersebut. Karena nilai minimun standard gaji jauh diatas gaji sebenarnya yang sering diterima oleh desainer Web pada umumnya di beberapa kota selain jakarta. Pada survey tersebut mencantumkan gaji Rp. 4.000.000 - Rp. 6.000.000, angka yang diatas rata-rata menurut saya untuk seorang desainer Web yang ada di Indonesia.

Survey Sallary for IT

Banyak hal yang perlu dipertanyakan pada hasil survey ini, seperti lama bekerja, jabatan (senior designer atau junior designer), apakah sudah termasuk tunjangan (fasilitas) atau belum.

Saya pribadi sering kali bertanya kepada teman-teman yang yang bekerja diberbagai perusahaan, yang rata-rata mereka mendapatkan gaji pada kisaran 3 juta rupiah tiap bulannya untuk kota Jakarta. Lain halnya dengan di kota lain, di Bandung, rata-rata desainer dibayar dengan gaji 1-2 juta rupiah tiap bulannya. Tentu saja pendapat saya ini bukan sebagai referensi resmi, hanya sebagai gambaran kasar saja mengenai gaji seorang desainer web di Indonesia bila mengacu kepada hasil survey Kelly Services Indonesia.

Mengapa Gaji Rendah

Tentu saja hasil survey Kelly Services Indonesia, adalah impian kita semua. Namun, banyak hal yang sangat berpengaruh terhadap nilai gaji yang kita peroleh. Yang paling dirasakan ketika kita melamar sebuah pekerjaan kepada perusahaan adalah faktor “peluang”, semakin besar peluang, maka semakin besar pula kesempatan kita memperoleh gaji yang tinggi. Saingan yang semakin banyak tiap tahunnya akan memperkecil peluang kita dan tentu saja bisa menurunkan gaji standard rata-rata yang diperoleh.

Pihak perusahaan pun mengetahui tentang hal ini, hingga mereka dengan semena-mena menolak gaji yang anda usulkan “Hah !! Mahal Amat!!”, “Maaf, budget kami terbatas”, atau “Kami hanya mencari desainer yang bisa digaji 1 juta sebulan” atau pernyataan-pernyataan lain yang bisa membuat anda putus asa, dan bila Anda sangat membutuhkan pekerjaan tersebut, akhirnya menyerah dan menerima. Sungguh menyedihkan….

Tips Mendapat Gaji yang Lebih Tinggi

Saya memiliki beberapa poin yang bisa Anda perhatikan untuk bisa menaikan gaji Anda ketika melamar pada sebuah perusahaan:

  1. Portfolio yang meyakinkan
  2. Wawancara yang positif dan meyakinkan
  3. Memiliki kemampuan spesifik
  4. Pengalaman kerja
  5. Latarbelakang Studi (tempat kuliah, program yang diambil)

Bagaimana menurut Anda? Ada yang ingin ditambahkan?

54 Responses to “Standar Gaji Pekerja Web Indonesia”

  1. dora

    Wah iya. Bener juga. Ternyata sama ya dmn2?
    Aku bukan desainer sih. Tp temenku yg desainer, jd ngerti sedikitlah.
    Kita domisili di jogja. Temenku ini desainer segala macem sih. Web bisa, desain statis juga bisa. Klo ada order gitu kadang suka bingung netapin harga. Klo ketinggian, takut orderan lari. Klo kerendahan dianya juga yg tersiksa. Tenaga, skill, belom lagi operasional. Mau cari tengah2nya juga bingung. Emg harga yg wajar tuh berapa? Kita ndiri gak pernah ngerti. Begitu juga kadang dgn klien, yg nggak mau ngerti.
    Itu klo dapet order sendiri loh.
    Sementara klo kerja di tempat org, lain lagi. Yah tempat graphic design service gitu sih. Segala macam design bisa dikerjakan. Mulai dari design buat aplikasi di kertas, web, dan media2 lainnya. Gaji sebulan 500 ribu perak!
    Padahal klo magang di jakarta duit segitu itungannya cuma uang makan tuh.
    Oh ya, aku mo nambahin 1 tips buat cara dapet gaji tinggi. Bikin usaha sendiri. Hehehe…
    Tapi yah klo di jogja harus siap2 banting2an harga. Jasa design kayaknya gak dianggep. Rata2 klien cuma ngeliat dengan perbandingan biaya bahan baku, bukan tingkat kerumitan desainnya. Misalnya bikin kartu nama. Dia gak mau tau desainnya keren ato gak. Pokoknya bikin kartu nama dengan kertas ukuran sekian, jumlah sekian. Maka harga sekian.
    Makanya di jgj rata2 usaha graphic design yg bisa bikin kartu nama yg murah pada pukul rata harga jadi 35 rb perak per box. Terserah deh desainnya kayak apa juga.
    Nah, di satu sisi si desainer juga jadi suka main ngejiplak karya org. Gak ada inspirasi… Abis kayaknya semua bentuk karya dah pernah dibuat..ya gak?
    Lagian bayarannya juga cuma segituh. Kita cuma untung berapa? Wong kita sendiri juga masukin design ke percetakan, finishing, dsb. Kecuali klo kita punya perusahaan design sekaligus percetakan ato malah sekaligus finishingnya juga. Tapi berapa M modalnya????

  2. aprilia gayatri

    hhmmm kira - kira begitulah nasib teman saya yang bekerja di salah satu bank swasta di jkt, ditambah pula ketika pegawai lain masih libur.. bagian IT harus sudah kembali bekerja…

    (^_^) Salam Kenal

  3. it doer

    kayaknya di semua bidang sama saja ya…
    tetap saja hukum pasar yang berlaku, yaitu: harga tergantung sama permintaan dan penawaran.
    Kalau bidang yang kamu kuasai itu adalah sesuatu yang “umum” dan “banyak” yang bisa (artinya: penawaran tinggi), maka gaji untuk bidang itu akan “turun”/”rendah” (karena permintaan kurang/lebih sedikit).

    Pernah tahu kagak kalau pekerjaan suster-suster di rumah sakit itu “berat”, apalagi yang harus “shift” malam. Kadang-kadang harus kerja selama 48 jam non-stop. Bayarannya berapa?

    Oleh karena itu, coba lah “membangun” diri untuk menguasai sesuatu yang “spesial”, sehingga “nilai” dirimu pun “tinggi” ….

    salam…

  4. Freddy Hernawan

    wah, bahasannya saya suka. btw, halaman “about” nya belum di ubah tuh mas :)

  5. THEPOGEE

    Aha….topic yang menarik sebenarnya walau agak basi..cuman saya akui memang desainer bukanlah sebuah profesi yang menjanjikan, walaupun saya juga desainer yang baru belajar,apalagi ke depannya makin banyak software bajakan dan lulusan dari jurusan desain yang membooming makin mudah pula orang untuk merancang sebuah disain….persaingan makin berat dan makin tidak sehat…sedikit solusi, yang mudah berbicara dan susah di aplikasikan adalah :
    1. kita differensiasi skill kita
    2. belajarlah untuk menengok dunia freelance
    3. klo karya kita bagus saya yakin reward akan menyesuaikan
    4. lupakan kegiatan untuk meniru orang lain…
    5. jadilah pengkianat negara denga menjual skill mu ke luar negeri, karena mereka akan lebih appreciate terhadap skill kita..lupakan indonesia sementara waktu…

    mungkin klo di jogja gaji seorang deainer sangatlah rendah dari 450 - 1.400.000 saya kira harga segitu sangatlah murah…tidak sepenuhnya benar..hayo ngaku ajalah!!

    sistem advertising di jogjapun sebagian besar sama “fee desain diambilkan dari fee produksi” habit buruk yang dimulai dari sebuah kapital yang notabene menjadikan desainer sebagai ujung tombak bejalannya perusahaan….IMHO biro adv. di jogja tidak akan berani menjual jasa desain dengan harga tinggi, dan solusi yang diambil adalah memarkup dana produksi untuk disisihkan buat sang desainer…solusi bodoh!!

    sebab yang paling utama adalah goverment policy yang buruk….jadi wajar bila saya mengamini goverment sucks..

  6. Jepes

    Jadi kalo kita dapet order buat bikin web (misalnya web perusahaan, menggunakan CMS mambo/joomla), kira2 berapa yah harga standarnya?

    Design + cutomisasi = ???

    Tentu aja gua tau kalo harga design itu kan gimana kemampuan designnya, nah maksudnya pertanyaan ini adalah yang standar aja gituh.. bagus banget ngga, yah jelek juga ngga dong!

    Thanks yah buat jawabannya…

  7. paramita

    jadi sebenarnya standar gaji untuk web desaigner yang tepat itu berapa???
    or just depend on the web requirement ?
    yup saya juga baru merasakan susahnya cari duit sndiri dengan mencoba menjalani talenta yang ada sejak kecil menyukai warna dan gambar
    hem two thumbs up for U !!!

  8. Rizky

    nasib gw jg naas. gaji kecil (dibawah 3 juta), tunjangan ga jelas, uang lembur ga ada, kapitalis abis lah tempat kerja gw. pengen cari untung banget…

    tp untungnya tempat kerja gw diisi banyak orang-orang hebad, jadi gw bisa blajar banyak. dan karena gw kerja di perusahaan media, banyak invitation2 gretongan gitu deh. jadi biarpun work hard, tetep play hard juga :P

    tapi ya gitu lah. skrg cari pengalaman aja dulu.

  9. I Made Suryawan

    hi, salam kenal. Nice blog. benar2 berguna artikel2 yang ada di sini. Btw, saya lgi blogwalking. :) Maen2 ke blog saya yach! Thx.

  10. jason

    penyebab semua saya rasa adalah karena tenaga grafis bukan lagi sesuatu yang jarang…. tiap 1 tahun desain komunikasi visual petra surabaya menelorkan 250 designer, dan 10-25% diantaranya adalah unggulan.

    bagi sebuah perusahaan, sangat penting memiliki regenerasi ide dan napas baru yg segar, dengan idealitas dan orientasi experimental lulusan baru yang sedang semangat2nya, maka perusahaan cenderung melepas karyawan lama yang sudah tidak kreatif lagi dan gajinya yg tinggi karena mengalami kenaikan terus tiap taun… diganti oleh mesin baru yang lebih fresh, dan yang mau menerima gaji.

    jadi intinya, jika ingin mendapat gaji tinggi… jadilah nyawa di perusahaan.. pekerjaan yg sesuai deadline, pekerjaan yang sesuai dengan yg diharapkan, dan melakukan kreasi sesuai arahan… semua itu hanya akan membuat anda karyawan biasa, bukan nyawa perusahaan.

    jadilah inspirasi, buat impression, lakukan sebelum diminta, buat kreasi yang diluar dugaan…

    jika tidak, ratusan kandidat baru siap menggantikan anda semua dengan gaji yang lebih rendah … namun semangat jauh lbh tinggi

  11. Pajero

    waduh sayang banget padahal kemaren gw nyari programmer susah setengah modar… penawaran gaji udah bagus dah.. cuma yang minat dikit kenapa ya..

  12. Anggie Bratadinata

    surat referensi dari tempat kerja/employer yg terdahulu juga penting lho. Makin banyak & makin bagus referensinya, makin tinggi posisi bargain kita.

    Jadi, kalau mau pindah kerja, harus ati-ati jangan sampe bikin image kita jelek di perusahaan/employer yg mau kita tinggalin.

  13. zoel

    sebenarnya cuman atu jawabnya karena profesi pekerja IT di kita belum ada standardnya gak usah itu RUU tentang IT saja kita belum ada jadi rule nya masih seperti hutan belantara sapa yang kuat dia dapat, satu lagi adakah bidang studi yang memberi gelar bagi seorang web designer? secara khusus…?

  14. adwin

    Masa sih gaji 4-6 jt … itu kayanya standard nya jakarta de. kalo di kota2 lain ga dihargai. kalo perusahaannya belum melek IT (masih pake komp sekedar untuk ketik2 aja) ya ga dihargai.

    Kalo desain dibayar segitu mendingan desain freelancer sekalian ;) ga terikat n bisa bebas … sukur bisa beli printing machinenya

  15. suartawan

    gaji yang sepantasnya emang gak bisa di dapat di negara ini. komik indonesia juga gak beredar di indonesia karena masalah harga, tapi tau ngak kamu bahwa komik luar negeri yang beredar adalah di buat oleh komikus indonesia yang berkerja sama dengan luar negeri dan menjual skillnya di sana karena gaji yang lebih pantas.
    jika pembaca adalah seorang desainer web atau apapun mohon kritik dan saran web kami di http://www.su-art1.com
    kirim melalui Email kritik anda yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kemajuan kami di depan

  16. de2

    wow…segitunya ya…
    standarisasi oh standarisasi…

    freelancer aja deh bo…

    kalo smua dsainer sepakat harga sekian juta gt…n kompak…perusahaan juga bakalan mikir…
    kalo smua ga mau kerja dengan gaji kecil..n smua kompak..otomatis smua perusahaan bakalan bingung…coz ga da yang mau kerja…

    tapi apa mungkin???

    indonesia oh indonesia..

  17. Maresa Sumardi

    kayanya ga mungkin deh kejadian semua desainer bisa kompak

  18. Ali Putera

    wah, saya baru tahu itu. Tapi memang koq, klo di luar sana, designer seperti kita lebih dihargai. Tapi kalau kita punya portopolio kita untuk ditunjukkin ke customer , mungkin bisa membantu harga kita.
    { joke : kira-kira ada gak rumus untuk menghitung harga design kita…?! }
    ‘_’

    ali_putera@hotmail.com

  19. syamsul nasution. ST

    di IT kalau mau gaji gede kita harus punya sertifikat. misal sertifikasi oracle, java, microsoft atau cisco. nah itu bisa ngedongkrak bgt gaji IT. apalagi sekarang saingan makin banyak lulusan IT tiap tahun bisa ribuan orang bro..

  20. lin84

    Hi,numpang nanya dong..
    saya baru balik ga lama dari luar, sempet kerja di luar di bidang graphic design..
    nah skrg dapet tawaran freelance di jkt buat profile/identity, masalahnya saya ga familiar sama layaknya di indonesia tuh charge klien brapa ya? Mungkin ada yg bisa membantu? Misalnya biasa klo uda punya 1-2thn experience di US tuh charge per jem berapa; apa other consideration cost yg hrs diperhatiin jg?
    THANKS BERAT YA!

  21. Tiyo

    pengalaman klo ditolak krn kemahalan, gw akan bilang: “semoga dengan yg lain bpk/ibu dapat kualitas yg diharapkan dan dalam deadline waktu yg ditentukan.”
    udah gitu gw cabut..
    no hard feelings. sometimes we won, sometimes we don’t.

    cheers, people!

  22. Pri

    iya nih…gajebo bngt de bidang pekerja’an ini-desain grafis-…gw kerja di wedding photo yg segmen cliennya A+,pas kerja di sini gw baru tau ternyata banyak sekali orang2 super duper kaya di indonesia…tapi gajinya,aduh boooo(di bawah3)padahal kalo ngeliat omzetnya…beuh…muantab dah…pengen jadi freelancer cuma lom siap mental…

  23. Fadli

    Haiyooooooooooo

    Ngomongin gaji nie, kalau mau gaji gede ke Aceh ajah kerja di NGO. IT Asst aja bisa dapat 4-7 juta, apa lagi yg punya skill lebih, bisa diatas 10 jutaan.

    tapi itu bersifat sementara, kalau yg normalnya mungkin 2-3 jutaan. :)

  24. Anonymous

    dicari : superman…

    hal ini udah pernah dibahas di pelbagai tempat dan diskusi.
    Salah satu yang gue inget adalah di milis blogbugs
    mencari superman itu:
    pertama hal ini merendahkan profesi, pelecehan profesi.
    kedua, apakah perusahaan tersebut mau ngebayar gaji gede su…

  25. Anne

    Udah pernah ngintip ke situs ini http://www.kellyservices.co.id/res/content/id/services/en/docs/kellyindonesiasalary.pdf

    Mungkin tidak bisa jadi patokan mati, tapi lumayanlah buat kasih bayangan.

  26. ifan

    sabar bro rejeki tiap orang mang beda2, mending nurut lu dech cari modal yg buanyak trus ush sndiri aje atw drop out kluar negri, gue yakin kt smua pasti dpt apa yg kt hrpkn slama ini, tp tunggu gue jadi presiden y…, mo gaji brapa ke gue kasih lue pade….. amin.

  27. aria cipta

    menjadi pekerja web bisa dibilang pekerjaan yang memeras otak banget jadi gaji yang didapat haruslah sesuai dengan cucuran air kepala yang dikeluarkan
    menurut say lho…

  28. Zawa

    Huhuhuhu… lebih repot lagi kalo kita stay di daerah, harganya pasti turun jauh… mo dimahalin pasti mereka protes besar huhuhuhu…

  29. pitiq

    biaya hidup tinggi menuntut gaji tinggi. gaji rendah dapat mematikan kreatifitas.
    copas copas dey.. :D

  30. GrabGrab

    IMO, di Indo tenaga manusia memang tidak dihargai. Gak cuma desainer koq, programmer juga kagak. Kerja berhari-hari cuman buat dicopy orang, alasannya software mahal. Boo, efisiensi lo karena software berapa tuh !!!

    Agak menyimpang sedikit, gue mau taya tentang pembantu dirumah.
    1. Berapa gaji pembantu dirumah ? Apakah ikutin UMR ? Atau ikut pasaran tetangga ?
    2. Apakah ada hari libur buat si pembantu ?
    3. Berapa jam sehari si pembantu bekerja ?

  31. irwan hadiansyah

    Oh ya kawan-kawan. Ada dua pilihan hidup untuk dapat gaji gede:

    1. Jadi freelance

    2. HIJRAH KE JAKARTA!!

    Aku asli orang Cianjur Jawa Barat. Aku sama seperti kalian “didaerah gaji sangat kecil”. Freelance udah aku lakuin, hasilnya butuh perjuangan lebih banyak di daerah. So, langsung aku hijrah ke jakarta dan akhirnya dapet kerjaan di JobsDD.com Indonesia jadi visual desainernya. walhasil, gaji lumayanlah buat seorang suami + 1 istri + 1 orang anak….

  32. Lime

    Saya tinggal di daerah Jogja. Memang yang saya rasakan disini sangat memprihatinkan untuk seorang desainer terutama aku sebagai junior, aku g tau berapa harga desain disini. Mohon petunjuk harga standar mati untuk desain pembuatan spanduk dan kaos. Trims buat para master desain disini. salam ^_^

  33. zamboze

    wah.. masa sih 1-2 juta perbulan??
    saya desain web yang dikerjakan cuman 4 hari aja bisa 1.5 (freelance) mustinya perbulan minimal yah 3 juta gitu^^

    padahal saya sendiri bukan anak desain dan bukan juga anak IT… tengah2 lah^^

    tapi pernah juga clientnya terlalu banyak minta perubahan sampe saya gak sanggup lagi karena dah mao ujian… akhirnya bayarannya malah dipotong^^

    untuk freelancer, sebelom terima job jangan lupa harus ada perjanjian hitam diatas putih^^

  34. serius gak nih

    yg atas gw… serius apa bcanda ni bro ?

  35. gudlow

    4 hari bisa 1.5 (freelance)?
    wah hebat.. kapan bisa kayak gini yah..

  36. yoes christa

    hallo semua,!
    Salam kenal,saya new comer nih,masih baru belajar ingin gabung di master.web.id/.
    kirim-kirim dong advicenya.ke email saya,pasti deh dibalas thanks.
    yoes.christa.!

  37. paman linglung

    ikut nimbrung nih hehe. soalnya topiknya menarik untuk dibahas nih.
    sebenernya saya jg lagi gundah gulana selama 2 bulan ini. coba memutuskan untuk jadi freelancer atw kerja di orang. Mengingat belakang hari ini nyari perbandingan sama temen2 saya sesama designer. menurut 3 dari temen saya bilang bahwa gaji yang saya terima sangat kecil (1jt) kata mereka untuk design web itu minimal 1.5jt-3jt kalau untuk daerah Bandung.
    Temen saya yang satu dapet 1.75jt di bidang percetakan. yang satu lagi 1.5jt dibidang kaos. trus yang satu lagi 1.5 juga di bidang editing
    sedih banget tuh, mereka cuma main di photoshop ama corel doang. lah kalo saya dah photoshop, corel, flash, 3dmas, dreamweaver, css, bahkan bisa nyampe ke scripting :((..uuuuuUuuuuh

    karena itu saya merangkap jadi freelancer di situs freelancer semenjak awal tahun ini. dan sebagai perbandingan saya Alhamdulillah ada hasilnya. kemaren aja dapet projek seharga $260 buat ngewarnain 25 gambar. gambarnya simple banget dan saya kerjain selama 2minggu. kalo ga sambil kerja di orang mah bisa nyampe 4-5 harian (lebih efisien)

    Alhamdulillah kalo ditotal dah dapet >7.5 jt selama 3 bulan ini( sekitar 2.5jtan sebulan). bayangin itu ga full, saya nyari jobnya hanya sabtu minggu aja.
    Lagi nunggu kerjaan beres nih buat keluar kerja, dah dua bulan ga kelar2… bawaanya males banget ngerjain di kantor

    SO BE A FREELANCER ANG WE WILL FREE

  38. marcs

    Terus terang gue juga sebelll…
    ama namanya harga/gaji Designer di indonesia yang begitu jatuhhhh…..
    gimana kalau brantas aja tuh yang kasih design murah and gratisssss
    paling baguss kasih patokan (standar yang sesuai and jujur)
    gue juga banyak client yang cerewet and bawel giliran dah jadi gue kasih harga bengong….”mahal sekali” sambungnya “disana aja murah mas” terpaksa deh. batal ..mampus lah aku kwkwkwkkwkw

  39. shinta

    duhhh ksian bgt syihhh
    smua pada ngeluhhhh
    lam knal utk smuanya ya ^_^

  40. Jay

    Uuum…. emang bener nich… gw kerja sebagai IT Consultant and Programmer di sebuah perusahaan swasta di Surabaya…. Setiap hari selalu saja gw seperti dikejar2 orang abis gw disuruh nangani 2 project sekaligus…. Duuuh mak udah mumet mikirin program, mumet mikirin customer yg cerewet aja…. gitu itu masih tega bayar gw cuma 1.8… Pingin rasanya gw pergi aja ke luar enak krn gw pikir di luar sana programmer kayak aku gini lebih dihargai daripada di Indonesia….. Hik..Hii..Hikkk…:(

  41. bayrude

    gw pernah dpt freelance dari turki dan singapore bikin desain t-shirt, 1 desain t-shirt harganya 20 $, kebetulan waktu itu acc 10 dari 20 desain so gw dpt 200$ dalam waktu cuma beberapa hari. ironisnya gw digaji di kantor 2 jt perbulan target sehari 6-8 desain nah…lho!! bnr deh di luar kita bisa lebih dihargai! so kalo ada waktu libur misalnya sabtu atau minggu sempetin deh cari freelance di luar. buat nambah2ain penghasilan..

  42. ketipu

    heleh..heleh….nasib web desain masa depan suram,apalagi sekarang banyak yang nyari seorang superman…..
    sungguh malang nasib seorang web desain….kira..kira..setuju nggak dengan dicarinya seorang superman

  43. dodo

    wah… pada senasib semua ya..
    menurutku sih ada 3 pokok masalahnya :
    - Web disain itu pekerjaan client-based, jadi seberapa penting client itu memandang web akan mempengaruhi nilai pekerjaan itu. Mungkin belum banyak client yang aware pentingnya web, pentingnya disain web yang baik, apalagi pentingnya disain web yang baik dan compliance dengan xhtml, css, web 2.0 dll.. kebanyakan gak akan peduli, kecuali yang gede2 atau pma…
    - Disainernya sendiri juga banyak yang ‘melacurkan’ diri, bikin disain asal jiplak, gak peduli orisinalitas, apalagi compliance. Trus jualannya ‘kiloan’, itung per halaman (kenapa gak per byte aja sekalian). Jadi client juga cuma ngehargai berdasarkan ‘material’ aja, dan mereka ya senang2 aja. Ibarat beli cd/dvd bajakan, yang dibayar cuma harga keping, cover dan distribusi aja, isinya gak ada harganya. Sama kayak nasib arsitek (basic gw arsitek.. ), yang harus cari untung dari markup harga material bangunan, karena fee disainnya sangat kecil atau malah gak dihargai sama sekali.
    - Pemahaman soal web design sendiri juga sangat dangkal, baik dari sisi client maupun designernya sendiri. Jadinya agak sulit dijual mahal, karena orang taunya cuma kerjaan disain di photoshop/fireworks, slicing, koding, upload, testing, selesai. Coba ada berapa proyek web disain di Indonesia yang melibatkan information design, interface specification, interaction design, information architecture, usability testing, dll… paling cuma segelintir.. web design company atau it company yg gede2 aja banyak yg gak paham…

  44. pailul

    hmm.. mau sharing nih. Sebenrnya masih bisa kita mendapat gaji yg memadai utk posisi IT disini. Saya baru aja diterima di sebuah IT consultant dgn salary hampir 5 jt sebulan padahal saya seorang fresh graduate. Kalo utk standar gaji IT yaa emang enak bgt klo ngikutin standar luar. Saran saya klo mau terjun di IT, carilah company yg PMA klo mau dpt standar gaji lumayan krn biasanya mereka menghargai seorang fresh graduate. Tapi dari kitanya jg udah harus punya skill yg dibutuhkan oleh company tsb walopun cuma basicnya. Jadi pada saat nego gaji, kita berani tawar menawar, wong kita punya skill kok :) misalnya Java dgn sedikit pengetahuan di Spring / Hibernate atau pemahaman ttg database dan multithreading. Terus, klo ada company yg ngasih 1,5 - 2 jt sebulan ya mending dipertimbangkan dulu deh sebelum diambil hehe… tapi jgn lupa tetep bersyukur berapapun yg kita terima, toh jutaan pecari kerja jg mengantri :)

  45. zamboze

    gak terlalu jauh dari web design, tapi ini illustrasi gambar… teman wa ada yang jago illustrasi..satu illustrasi dibayar cuman 150.000 aja… sedangkan di luar (US) seorang illustrator bisa dibayar sampe 500$ per illustrasi^^

    emang kalo design menurut wa enakan freelance sih^^
    makanya wa milih kuliah IT walaupun wa bisa design…. lumayan enak karena di fakultas wa jarang yang bisa design jadi kalo ada proyek yang butuh design sering dikasih ke wa^^…
    termasuk yang web design yang wa kerjain selama 4 hari itu (yang dibayar 1.5)

  46. zamboze

    @ ketipu diatas wa: maksudnya superman??

  47. herusastro

    Jadi freelancer pilihan yang tepat, tapi mesti punya sambilan kerja di tempat orang, dengan itungan 10% gaji didapat dari perusahaan orang dan yang 80%dapet dari usaha freelancer…

  48. tetetzet

    iya nih.. kayaknya emang enak jadi freelance.. aku juga freelance (web desainer, meski bukan lulusan IT/desain). Tp masalahnya kalo freelance kan ga selalu dapet order.. kayaknya orang2 indonesia memang belum bisa menghargai sebuah karya orang lain sehingga gaji para desainer Indonesia kebanyakan masih jauh dari harapan..

  49. senja

    wah panjang juga comment nya :D

    benar bahwa harga pasar tenaga kerja diindonesia itu memang relatif kecil, tapi kalau menurut saya, gak fair juga kalau hanya menilai gaji, harus nya para pelaku kerja juga mengetahui basic skill mereka.
    Banyak kok, orang yang baru masuk kerja, udah di gaji 1,5 - 2,5 jt, tapi udah teriak-teriak bahwa mereka tidak dihargai, padahal kerjanya aja masih banyak nanya. tapi memang tidak sedikit orang yang berkemampuan tinggi dibayar tidak jauh beda sama yuniornya.
    saran untuk yang sudah senior dibidangya tapi gak ‘dihargai’ tinggi, ya pindah aja, atau mungkin jadi freelancer.
    kalau yang masih pemula, dengan beban kerja yang tinggi, saran saya sih kerja keras aja dulu, toh nanti hasilnya akan kelihatan, gak ada kerja keras yang percuma. kalau perusahaan kita yang tidak menghargai, nanti pasti ada perusahaan lain yang menghargai. jangan biasakan mental mengeluh.
    percayalah..percayalah.. :D

  50. +dion

    Saya rasa ini merupakan rahasia umum. Desain kita(di Indoensia) emang dihargai rendah sekali. Tapi kita juga jangan sepenuhnya menyalahkan klien atau pembeli, tapi kita sendiri sebagai desainer juga harus menghargai karya kita sendiri,menjaga kualitas,oroginalitas, dsb. Klo kita sendiri gk mengargai desain kita, gk salah klo akhirnya banyak banting harga.Akhirnya sesama desainer bersaing meraih klien dengan cara menekan harga serendah-rendahnya.Nah tuh, imbasnya kan ke temen2 desainer sendiri.Kasihan yang bener2 desainer sejati,berkarya dengan otak, kerja keras,yang akhirnya membuahkan karya desain yang baik. Bahkan imbasnya jg ke kita sendiri ke depannya….kapan naiknya harga desain kita.
    Klo aku sendiri sih sementara(gk tau sampe kapan) udah gk kerja di perusahaan lagi. lebih memilih freelance. Mungkin sementara itu yg paling tepat buatku. Kayaknya untuk mendapatkan gaji standart di perusahaan sekarang udah mentok, setelah aku pikir n itung2 untuk beberapa tahun dapetnya paling cm segitu, gk sebanding sama keringat yang aku keluarkan.
    Tapi freelance klo dapetnya dari dalam negeri sih sama aja dong??! So, aku tancap langsung cari klien ke luar negeri.Bukannya gk nasionalis, tp kita jg harus profesional.Gak munafik klo orang luar lebih menghargai karya kita, bukan melihat latar belakang.Yang terpenting adalah portfolio kita bagus,kerja keras, deadline yang ditepati,dan penawaran yang sesuai,makana mereka gk segan2 membayar kita lumayan$$$…Klo karya kita berkualitas dan kerja kita bagus,aku yakin klien gk bakal ninggalin kita.Klo ada job lagi kita pasti di kasih atau bahkan kita akan di kontrak untuk jangka waktu lama.
    Aku sendiri sekarang masih berjuang sebagai freelance, meski kadang ‘keteteran’ n repot sendiri karena bingung dengan beberapa order. Bahkan ada beberapa yg ‘terpaksa’ aku lepas. Dan ada juga yang aku lempar ke temen2:(
    Sebenarnya sudah banyak desainer yang melakukan ini, cuma mungkin jarang terdengar.Tapi tidak ada salahnya kita langsung bersaing dengan desainer luar.Kualitas desain kita tidak kalah dengan mereka.Bahkan mgkn sebagian besar klien lebih memilih kita karena harga lebih murah dikit dibanding mereka cari desainer disana. api ’sedikit’ buat mereka mgkn ‘besar ‘ buat kita..hehe..jadi simbiosis mutualisme…sama2 diuntungkan. Klo masalah payment sudah tidak ada masalah lagi, karena sekarang udah banyak jasa2 payment antar negara yang aman, misal Paypal, Ikobo, e-gold, Western Union, dsb.
    Ok, kepada desainer Indonesia, tidak ada salahnya kita mencoba untuk mengasah kemampuan kita untuk bersaing dengan negara lain. memang benar sebenarnya banyak karya2 desain (t-shirt, Komik, ilustrasi, dll) di luar sana merupakan produk asli desainer Indonesia.Jangan menyerah!!! ‘n Ayo ‘Go International’ !!!!

  51. tarzay

    …Ass?iyah…bener temen2, aku juga agak bingung …masalahnya aku seorang IT( Komputer Jaringan ),gaji aku juga ga seberapa…..sebulan cuma 1,6jt…kerja berat di otak ga berat di dengkul sih…tapi ko bisa yah….apa orang atasan kita…ga ngerti kali yah…. kita kerjanya pusing2 terus….”ngurusin internet, belum kalo ada trouble Perangkat Fiber Optik,belum Seplecing kalo kabel putus, belum SCADA….belum LAN-WAN,belum ngurus yang lainya……waduh…puyeng ….inilah kerja kita kalo ga ngajukin keatasan kita atau …kemana….tapi ingsyallah kalau dah lulus ujian CCNA-nya aku mau keluar ajalah dari tempat kerjaku…?ada solusi ngga temen2….?sutar_jaya@yahoo.com

  52. Andrie

    Fiuh… banyak sekali desainer yang mengeluh disini. Gue gak memiliki background desainer sih, gue dari Akuntasi tapi cari makan dibidang desain web…

    Well, gue cuman mau bilang. Tidak cuma desainer aja yang dihargai rendah oleh perusahaan-perusahaan pada umumnya. Nasib kami para akuntan atau staff akunting juga sama. Tapi bukan sama dari segi nominal gaji yang mereka terima.

    Bagi sebagian orang mungkin melihat gaji seorang akuntan itu tinggi, memiliki fasilitas yang cukup, sering jalan-jalan ke luar kota, blablabla…. Menurut perkiraan saya, gaji akuntan atau staff akunting di perusahaan di jakarta untuk fresh graduate berkisar antara 2-3 juta per bulan. Bahkan kalau dapet perusahaan yang lebih bonafid mungkin bisa memperoleh sekitar 3-5 juta perbulan.

    Tapi asal Anda tahu, seorang staff akunting itu memiliki load kerja yang lumayan berat. Sering kali mereka harus lembur di hari sabtu dan minggu. Tidak sedikit pula dari mereka yang harus beberapa hari nginep di kantor. Tak sedikit pula dari mereka yang mondar-mandir ke luar kota untuk melakukan audit.

    Buruknya lagi, potensi jenjang karir di bidang akuntansi cukup buruk. Ada seorang teman yang bekerja di salah satu stasiun TV di jakarta yang digaji kurang dari 4 juta rupiah padahal dia sudah bekerja disana selama 8 tahun. WOW!! Asal Anda tahu, perusahaan TV tersebut bisa dibilang cukup bonafid.

    Gue sih OGAAAAAHHHH!!!!

    Atas alasan itulah gue beralih dari bidang akuntasi ke bidang web dan software development.

    Tapi gue bukan seorang freelancer. Gue bikin PT (perseroan terbatas) dengan modal 5-10 juta, trus gue cari proyek kesana kemari untuk cari makan.

    Pada awalnya memang sulit, karena gue blm punya portofolio sehingga gue harus mondar-mandir, telp sana telp sini, iklan sana iklan sini. Gue juga membandrol sebuah website dengan harga murah demi mendapatkan beberapa portofolio awal. Perjuangan awal memang sulit, tapi disitulah kita diseleksi, apakah kita memiliki kualitas atau tidak

    Setelah bergeerilya beberapa bulan gue mulai merasakan bahwa perjuangan gue gak seberat sebelumnya. Sekarang gue mulai dicari-cari orang untuk pembuatan web.

    Sekarang gue bisa menjual rata2 2-3 website perbulan dengan harga 5-10 juta. Gue gak ada kantor, tapi ada 1 orang asisten yang bantu gue.

    Bisa tebak kan berapa penghasilan bersih gue sebulan? Gue rasa itu sangat cukup untuk membiayai seorang bujangan berusia 26 tahun yang masih doyan nongkrong sana sini atau jalan-jalan sama pacar.

    Nah, yang ingin gue sampaikan disini adalah jangan salahkan apa pekerjaan Anda. Tapi salahkanlah mindset Anda. Untuk bisa memperoleh penghasilan yang Anda harapkan, sebaiknya TUNE UP YOUR MINDSET. Berpikirlah untuk menciptakan sesuatu yang kreatif. Rubah mindset Anda. Kalau kata Robert Kiyosaki: “jangan bekerja untuk uang, buatlah uang bekerja untuk Anda”.

    Mulai detik ini, coba Anda kumpulkan informasi2 yang mungkin bisa jadi potensi untuk menghasilkan uang bagi Anda. Saya yakin… tidak ada namanya istilah Get-Rich Quick. Jangan tertipu oleh setan itu. Yang ada adalah: “Anda harus melakukan effort yang maksimal untuk menjadi kaya, bukan butuh modal yang banyak”

    Wedew… panjang juga komentar gue….

    Btw, kunjungi dong website gue: http://www.yudatama.com

    Tak tunggu yo!!

  53. Standar Gaji Pekerja Web Indonesia « ~ Budi Ridwin ~

    [...] Sumber : http://www.designmagz.com/karir/standar-gaji-pekerja-web-indonesia.html [...]

  54. Fauzan Abu Ramza

    hmm…

    Kalo nilai itu paling adil harus dari dua sisi kan?

    Kenapa kok gaji ‘cuma’ 1-2 juta? ya karena company gak bisa kasih yang lebih mahal. Kenapa? client gak ada, masih dikit yang paham tentang apa itu usability, apa itu desain web yang bagus, dll. yang mereka mau, asal ada web.

    Maka jadilah banyak tuh web yang ditawarkan dengan harga dibawah 1 juta. Lebih parah lagi, dibawah 500rb juga banyak.

    Client gak peduli, yang penting dia ada web.

    Ya begitulah kondisi di Indonesia. Tapi klo ada yang ditarget 6-8 desain (emang ini web?) dalam sehari, ngaco abiz itu.

    either way, nyari kerjaan/project itu nggak gampang. Memang freelancing adalah opsi yang bagus untuk nambah nambah, tapi klo mau fokus di freelancing, siap siap aja makan ati dan puasa karena kita gak dapet dapet project.

    Let’s just face it, some of us excels at making web designs, some of us excels at web coding, some of us both, but most of them knows a little about convincing their customer and winning a project (while maintaining good and professional communication).

    Kalo di DheZign.com sini, sama sama ngerti antara company dan karyawan. Kalo project lagi rame, pastilah ada bonus. Kalo lagi sepi, ya sebisa mungkin gaji tetep, biar company yang nanggung. Biarpun gaji gak gede gede amat (walopun ukuran surabaya dah lumayan), kalo company gede, gaji juga naik. Intinya kita bareng bareng.

    btw, sekalian numpang iklan, ADA LOWONGAN DI http://www.pernikmuslim.com/lowongan.php Yang minat monggo apply :)

Leave a Reply