Desain ala Jerman

Sekitar akhir tahun 2000, ketika saya bekerja di salahsatu perusahaan IT sebagai seorang desainer Web, saya berkenalan dengan 2 orang desainer yang memiliki desain yang sangat khas. Awalnya, saya sendiri tidak menyadari, tapi ketika saya amati dengan seksama desain hasil karya mereka memang cukup unik. Situs yang dibuat oleh kedua rekan saya itu memang terbilang minim grafis, tapi terlihat sangat menarik. Berbeda dengan saya, kala itu saya sangat menonjolkan grafis pada setiap desain yang saya buat. Alhasil, situs-situs yang saya buat waktu itu lebih lama tampil di browser karena kala itu di kantor masih menggunakan dialup.

siemens.de

Akhirnya saya meminta karya-karya dari kedua rekan saya itu untuk saya pelajari. Kaku, kosong, dan garis, tiga kata yang dapat saya simpulkan setelah memperhatikan desain-desain rekan-rekan saya tersebut. Esoknya saya mendiskusikan hal ini dengan kedua rekan saya tersebut, dan mereka menyodorkan beberapa referensi dan contoh situs dengan konsep yang sama. “Deutcsh Style” saya menyebutnya demikian, karena yang paling banyak situs dengan konsep ini adalah yang berasal dari jerman, dan ternyata kedua rekan saya tersebut juga adalah lulusan sastra jerman :).

Beberapa situs yang sangat saya sukai diantaranya adalah: Allianz, gmx.de, siemens, Nestle, Nestle ch, BASF, dan lain-lain.

Allianze.de

Font-font yang digunakan dalam situs-situs tesebut juga kebanyakan adalah font klasik (Sans, Sans serif), hal ini sangat mendukung tema desain. Penggunaan warna yang variatif dengan gaya natural makin mendukung tema elegan yang diusung. Saya yakin, ketika Anda mengunjungi situs-situs yang saya sebut ditas, perasaan yang Anda dapatkan adalah teduh dan tenang.

basf.de

Sejak mengenal gaya desain ini, saya mengenal pula whitespace, fotografi, tipografi, dan color matching, yang sangat mendukung terhadap desain yang dibuat. Banyak diantara desain saya yang sangat terpengaruh dengan “gaya Jerman” tersebut. Namun saya lebih menyukai memadukan olah grafis dari pada fotografi dalam sebuah desain, yang membedakan dengan desain lainnya.

Kesimpulannya, gaya mendesain seseorang pasti terpengaruh dari desain-desain yang ia buat sebagai acuan. Namun setiap desainer memiliki ke-khasan masing-masing dalam desainnya. Futuristik, retro, illustrasi vector, dan lain-lain hanyalah pengkategorian secara umum, tentunya dari masing-masing kategori tersebut, akan berbeda cara penyajiannya oleh setiap desainer. Nah, bagaimana dengan Anda ? (Pupung Budi Purnama)

*Say hi buat sahabatku M. Imansyah dan Insan Fajar, rekan-rekan di milis-masterweb yang mengilhami tulisan ini.

One Response to Desain ala Jerman
  1. mamat Reply

    Hmm.. ada juga istilah untuk pengkategorian berdasarkan social market yang ngeliat yahh :D
    “Deutch Style” kayak gitu.. “Indo Style” kayak gimana Oms ?? :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Please enter your name, email and a comment.

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>