<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DesignMagz &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://www.designmagz.com/tag/tips/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.designmagz.com</link>
	<description>Design Resources, Share, Tips and Trick, Jobs</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 10:20:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>CSS Tips: Global Reset</title>
		<link>http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 09:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[layout]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan utama dalam mendesain sebuah layout adalah tidak standardnya value yang diberikan kepada sebuah tag HTML oleh masing-masing browser. Hal ini lah yang menjadikan permasalahan utama bila Anda membangun sebuah desain CSS. Di satu browser, jaraknya sekian pixel kebawah, sedangkan di browser lain kok baik2 saja&#8230; 
Beberapa tag yang memiliki nilai default berbeda pada setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan utama dalam mendesain sebuah layout adalah tidak standardnya <em>value</em> yang diberikan kepada sebuah tag HTML oleh masing-masing browser. Hal ini lah yang menjadikan permasalahan utama bila Anda membangun sebuah desain CSS. Di satu browser, jaraknya sekian pixel kebawah, sedangkan di browser lain kok baik2 saja&#8230; <span id="more-152"></span></p>
<p>Beberapa tag yang memiliki nilai default berbeda pada setiap browser, sebagai contoh adalah Heading &lt;h&gt; , List &lt;ul, ol, li&gt;, Paragraph &lt;p&gt;, blockquote, dll. Umumnya perbedaan ini dimiliki oleh tag-tag yang bersifat block (block tag).</p>
<p>Sebagai contoh, bila kita mendefinisikan heading (h1, h2, h3, dst) maka jarak margin dan padding akan berbeda pada berbagai browser.</p>
<p>Sebuah tips yang mungkin berguna bagi Anda, adalah dengan menggunakan apa yang biasa disebut dengan &#8220;Global Reset&#8221; yaitu dengan menambahkan aturan yang menyamakan semua perbedaan pada setiap browser. Yaitu dengan menambahkan:</p>
<pre><code> /* CSS Document */
* {
padding: 0;
margin: 0;
}
</code></pre>
<p>Dengan demikian semua margin dan padding akan di-reset menjadi 0. Dengan demikian, yang anda perlukan selanjutnya adalah mengatur kembali margin dan padding pada setiap elemen:</p>
<pre><code> h1 {
font: normal 18px Arial, Helvetica, Sans-Serif;
margin: 4px;
padding: 4px;
}
</code></pre>
<p>Bagi saya, global reset memudahkan penelusuran masalah bila Anda menemukan tampilan yang berbeda atau menjadi tidak sama pada setiap browser. Silakan saja dicoba&#8230; (Pupung Budi Purnama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/css/css-tips-global-reset.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat Mencari Inspirasi Warna</title>
		<link>http://www.designmagz.com/color-scheme/alat-mencari-inspirasi-warna.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/color-scheme/alat-mencari-inspirasi-warna.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 00:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Color Scheme]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/karir/alat-mencari-inspirasi-warna.html</guid>
		<description><![CDATA[Mencari warna, kadang menjadi hal yang paling pelik, kita dihadapkan dengan keinginan klien atau tema dari desain yang akan dibuat. Klassik, Web 2.0, Pastel, Minimalis, Formil, dan tema yang lainnya memerlukan keserasian warna yang mendukung. Dalam hal ini, saya ingin berbagi pengalaman mengenai proses pencarian warna yang sering saya lakukan selama ini.
Kuler
Di internet terdapat banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencari warna, kadang menjadi hal yang paling pelik, kita dihadapkan dengan keinginan klien atau tema dari desain yang akan dibuat. Klassik, Web 2.0, Pastel, Minimalis, Formil, dan tema yang lainnya memerlukan keserasian warna yang mendukung. Dalam hal ini, saya ingin berbagi pengalaman mengenai proses pencarian warna yang sering saya lakukan selama ini.<span id="more-21"></span></p>
<h3>Kuler</h3>
<p>Di internet terdapat banyak sekali situs yang menawarkan fasilitas pencarian warna ini, tapi yang paling saya anjurkan adalah<a href="http://kuler.adobe.com"> Kuler</a> dari Adobe. Fasilitas ini ditawarkan secara cuma-cuma, setiap warna diberi fasilitas tagging yang sangat mempermudah pencarian warna. Silakan Anda pergunakan kotak pencarian untuk memasukan tema warna yang ingin dicari.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2007/12/kuler.png" alt="Kuler Adobe" /></p>
<h3>Color Schemer</h3>
<p>Alat lain yang tak kalah hebatnya adalah <a href="http://www.colorschemer.com/">Color Schemer</a>. Lain halnya dengan Kuler dapat dipergunakan secara online, Color Schemer diharuskan untuk di download terlebih dahulu karena ia berupa Aplikasi, Color Schemer mendukung sistem operasi Windows dan Mac.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2007/12/osx_screen_harm.png" alt="Color Schemer OSX" /></p>
<p>Bila Anda cukup bingung menggunakan aplikasi ini untuk pertama kali, <a href="http://www.colorschemer.com/schemes/">Scheme Gallery</a> bisa jadi inspirasi. Cari warna yang mendekati keinginan Anda, Download, lalu buka menggunakan Color Schemer.</p>
<h3>Palete Grabber</h3>
<p>Yang tak kalah menarik adalah sebuah addon untuk firefox yaitu <a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2290">Palette Grabber</a>. Palete grabber memungkinkan Anda untuk &#8220;mencuri&#8221; komposisi warna dari sebuah situs Web, kemudian Anda dapat menyimpan informasi warna tersebut dalam format warna untuk Photoshop, Paint Shop Pro, GIMP, Flash, atau Fireworks. Dan kemudian menggunakannya bersama dengan aplikasi yang Anda gunakan.</p>
<h3>Tips</h3>
<p>Setelah warna diperoleh, pastikan agar warna yang dipergunakan dibatasi, dalam artian, jangan terlalu menggunakan banyak warna dalam sebuah desain, apalagi dalam desain Web. Pertimbangkan ke-kontrasan, warna primer, sekunder, dan warna apa yang cocok untuk warna latar atau background.</p>
<p>Dalam bekerja membangun sebuah web, karya seni grafis, atau desain lainnya, ketiga alat tersebut sering saya pergunakan. Namun, selain dengan bantuan alat, rasa seni yang ada pada diri Anda lebih menentukan. (Pupung Budi Purnama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/color-scheme/alat-mencari-inspirasi-warna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Standar Gaji Pekerja Web Indonesia</title>
		<link>http://www.designmagz.com/karir/standar-gaji-pekerja-web-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.designmagz.com/karir/standar-gaji-pekerja-web-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 01:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pupung Budi Purnama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer Web]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.designmagz.com/karir/standar-gaji-pekerja-web-indonesia.html</guid>
		<description><![CDATA[Berkecimpung di dunia Web sejak tahun 1999 membuat saya mengetahui banyak hal mengenai Dunia ini, mulai dari urusan klien, deadline,teknologi, sampai dengan urusan gaji. Kali ini saya akan menggaris bawahi mengenai &#8220;Urusan gaji&#8221;. Bagi kalangan awam (non-Web / IT) berpendapat bekerja di dunia IT merupakan sebuah pekerjaan yang &#8220;basah&#8221;, pekerjanya dibayar mahal, jam kerja tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkecimpung di dunia Web sejak tahun 1999 membuat saya mengetahui banyak hal mengenai Dunia ini, mulai dari urusan klien, deadline,teknologi, sampai dengan urusan gaji. Kali ini saya akan menggaris bawahi mengenai &#8220;Urusan gaji&#8221;. Bagi kalangan awam (non-Web / IT) berpendapat bekerja di dunia IT merupakan sebuah pekerjaan yang &#8220;basah&#8221;, pekerjanya dibayar mahal, jam kerja tidak ketat alias lebih santai, hingga fasilitas yang diberikan perusahaan yang mempermudah kinerja. Tidak ada salahnya mereka berpendapat demikian, mungkin dibenak mereka, semua pekerja IT itu sama bila dibandingkan dengan yang bekerja di perusahaan besar.<br />
<span id="more-22"></span><br />
Apa yang mereka ketahui tidak sepenuhnya benar, namun sebenarnya hanya sebagian kecil saja kuli IT di Indonesia yang memiliki fasilitas kerja seperti yang disebutkan diatas. Banyak diantara pekerja IT bahkan menerima gaji UMR atau bahkan dibawah itu, sungguh menyedihkan. Belum lagi pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan seringkali melebihi kapasitas seharusnya.</p>
<p>Membicarakan gaji standar di Indonesia memang akan menjadi dilema tersendiri, ditengah ketatnya persaingan dan banyaknya resource baru yang menjadi saingan kita, mau tidak mau kita banting harga guna mendapatkan pekerjaan. Oh&#8230; Nasib.</p>
<p>Ada satu bacaan menarik yang patut Anda simak mengenai standard gaji pekerja IT di Indonesia. Sebuah survey yang dilakukan oleh <a href="http://www.kellyservices.co.id">Kelly Services Indonesia</a> yang melakukan survey pekerja di berbagai bidang di Indonesia, termasuk Teknologi Informasi.</p>
<p>Cukup menarik menilik nilai yang terdapat pada <a href="http://www.kellyservices.co.id/res/content/id/services/en/docs/kellysalaryindo.pdf">hasil survey tersebut</a>. Karena nilai minimun standard gaji jauh diatas gaji sebenarnya yang sering diterima oleh desainer Web pada umumnya di beberapa kota selain jakarta. Pada survey tersebut mencantumkan gaji Rp. 4.000.000 &#8211; Rp. 6.000.000, angka yang diatas rata-rata menurut saya untuk seorang desainer Web yang ada di Indonesia.</p>
<p style="text-align: center"> <a href="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2007/11/kellyssallary.gif" title="Survey Sallary for IT"><img src="http://www.designmagz.com/wp-content/uploads/2007/11/kellyssallary.thumbnail.gif" alt="Survey Sallary for IT" /></a></p>
<p>Banyak hal yang perlu dipertanyakan pada hasil survey ini, seperti lama bekerja, jabatan (senior designer atau junior designer), apakah sudah termasuk tunjangan (fasilitas) atau belum.</p>
<p>Saya pribadi sering kali bertanya kepada teman-teman yang yang bekerja diberbagai perusahaan, yang rata-rata mereka mendapatkan gaji pada kisaran 3 juta rupiah tiap bulannya untuk kota Jakarta. Lain halnya dengan di kota lain, di Bandung, rata-rata desainer dibayar dengan gaji 1-2 juta rupiah tiap bulannya. Tentu saja pendapat saya ini bukan sebagai referensi resmi, hanya sebagai gambaran kasar saja mengenai gaji seorang desainer web di Indonesia bila mengacu kepada hasil survey Kelly Services Indonesia.</p>
<h3>Mengapa Gaji Rendah</h3>
<p>Tentu saja hasil survey Kelly Services Indonesia, adalah impian kita semua. Namun, banyak hal yang sangat berpengaruh terhadap nilai gaji yang kita peroleh. Yang paling dirasakan ketika kita melamar sebuah pekerjaan kepada perusahaan adalah faktor &#8220;peluang&#8221;, semakin besar peluang, maka semakin besar pula kesempatan kita memperoleh gaji yang tinggi. Saingan yang semakin banyak tiap tahunnya akan memperkecil peluang kita dan tentu saja bisa menurunkan gaji standard rata-rata yang diperoleh.</p>
<p>Pihak perusahaan pun mengetahui tentang hal ini, hingga mereka dengan semena-mena menolak gaji yang anda usulkan &#8220;Hah !! Mahal Amat!!&#8221;, &#8220;Maaf, budget kami terbatas&#8221;, atau &#8220;Kami hanya mencari desainer yang bisa digaji 1 juta sebulan&#8221; atau pernyataan-pernyataan lain yang bisa membuat anda putus asa, dan bila Anda sangat membutuhkan pekerjaan tersebut, akhirnya menyerah dan menerima. Sungguh menyedihkan&#8230;.</p>
<h3>Tips Mendapat Gaji yang Lebih Tinggi</h3>
<p>Saya memiliki beberapa poin yang bisa Anda perhatikan untuk bisa menaikan gaji Anda ketika melamar pada sebuah perusahaan:</p>
<ol>
<li>Portfolio yang meyakinkan</li>
<li>Wawancara yang positif dan meyakinkan</li>
<li>Memiliki kemampuan spesifik</li>
<li>Pengalaman kerja</li>
<li>Latarbelakang Studi (tempat kuliah, program yang diambil)</li>
</ol>
<p>Bagaimana menurut Anda? Ada yang ingin ditambahkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.designmagz.com/karir/standar-gaji-pekerja-web-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
