Tinggalkan Lorem Ipsum
Saat diminta oleh klien atau manager proyek untuk membuat sebuah desain contoh (biasanya cukup dalam bentuk JPG) untuk dipresentasikan dihadapan klien, kita tidak hanya harus berfikir: layout, warna, tataletak, tipografi, grafis, whitespace, dan lain-lain. Ada hal yang sering kita lupakan, teks dalam konten. Beberapa desainer dapat dengan mudah mengkopi-paste kan teks: “lorem ipsum dolor sit amet…” sebagai pengganti konten.
Saya pernah menulis sebuah artikel mengenai “Kesan pertama pada sebuah desain” pada buku yang pernah saya tulis maupun designworld. Intinya, sebuah kesan pada kali pertama akan selalu diingat oleh seseorang, tak terkecuali calon klien kita.
Preview desain adalah gambaran umum sebuah desain yang nantinya akan “dibeli” oleh klien, berikan kesan “nyata” pada saat Anda mempresentasikannya, yaitu dengan memberikan konten yang “nyata”.
Tak cukup Lorem Ipsum
Konten “nyata” pada sebuah desain tidak hanya mempermudah kita untuk mempresentasikan sebuah desain, tapi juga dapat memberikan masukan-masukan pada klien mengenai konten yang akan mereka rumuskan. Klien akan lebih memahami tiap bagian dari layout diperuntukan.

Dalam menentukan konten yang “nyata” disini kita hanya perlu mengarang bebas, tentunya teks masih seputar tema dan jenis kegiatan atau usaha klien. Tak perlu takut salah, toh bila salah, Klien akan memberikan masukan dengan lebih mudah, “Maaf mas, perusahaan kita itu tidak ada layanan reservasi via SMS” misalnya, kemudian si klien memberikan masukan tentang layanan apa saja yang ada dalam perusahaannya. Dengan ini kita akan lebih dekat dan mengetahui apa dan siapa klien, yang kemudian akan kita aktualisasikan dalam desain.

Bila marketing jeli, konten “nyata” ini bisa jadi sarana pemasaran yang tepat. Pada contoh kasus diatas, klien menyangkal adanya reservasi melalui SMS. Setelah mendengarkan penjelasan dari klien, kemudian marketing Anda berbicara pada saat presentasi, “Kebetulan pak, perusahaan kami memiliki layanan untuk penanganan SMS gateway dengan harga terjangkau, bila bapak berminat…….., tentunya ini demi kemudahan dan kepuasan konsumen”, nice trick huh ? :)
Kebanyakan klien Anda pasti tidak tahu apa artinya dari Lorem Ipsum, termasuk saya sendiri. Dengan bahasa yang tidak dimengerti pada konten, penghayatan klien untuk mengkoreksi dan melihat dengan detil pada tiap bagian akan berkurang.
Berusaha sedikit, dengan hasil nyata, why not !!!
Pupung Budi Purnama
42 Comments
hehe.. seru juga bahas ginian.. ada yang suka, ada yang ga suka,
mmm kalo gw termasuk orang yang ga suka pake lipsum,
Tapi… tetep aja gw pake kalo lagi males kekekeke
ya.. tergantung keadaan aja..
kadang waktu yang menentukan kekekek
Untuk yang belum, Mas Arman diatas kan udah kasih linknya
http://www.lipsum.org/ atau http://www.lipsum.com/
kalo ada yang suka ato ga suka wajar aja sih .
thanx atas komen2 diatas…
kita sama-sama jadi tau pendapat orang terhadap lipsum…
Setidaknya dengan mas pupung membuka wacana
kita sendiri yang ikut posting secara tidak langsung menjadi
pelengkap artikelnya mas pupung….
well, lipsum cuma pilihan…
Yang terjadi disini adalah
kita sama2 share, saling melengkapi dengan menanggapi,
sehingga membentuk artikel yang menjadi
masukan balik bagi kita masing-masing
btw untuk yang seneng lipsum,
dan gatau lanjutannya kan bisa di googling atuh..
ato sekarang udah ada lipsum generator,
ada yang berupa extension di dreamweaver,
ada juga yang sebagai extension di firefox…
hohohoo cobain deh.. asik… tinggal pilih mo generate apaan
trus copy paste deh… hehehehe
…nice
Berhubung kepepet musti cari duit cepet2, jadinya kaga kepikiran yang gitu2 he..he..he..pokoke ada tampilan (kadang malah kosong)…trus user seneng, duit ditransfer….selesai deh.
Tapi kl yg punya waktu banyak ya monggo seh…he..he..he..
Seru juga baca dari awal, jadi pengen ikut nimbrung walau bukan desainer web, izin ya mas Pupung :-)
Kalau saya sih masih mikir2 gak pake si lipsum terutama bagian web yg isinya harus berupa artikel sisanya kalau dah males ya sekenanya aja ngetik “Test bla bla bla” jadi juga yg penting client/desainer dan mendapatkan hasil/fungsi sesuai harapannya, yg kaya gn jarang di permasalahin sama klien.
Hahahahaha……….
Mas Pupung, kayanya aku setuju juga tuh. Lorem ipsum memang membuat desain kita menjadi kurang profesional dengan adanya konten yang terkesan “asal ada isinya”.
Terus terang, lorem ipsum itu sebenarnya lebih cocok untuk draft layout dari desain pada media cetak, dan sebenarnya itu bukan diperuntukkan untuk klien, tetapi lebih kepada art director yang tugasnya mengevaluasi hasil desain secara umum.
Karena dengan teks lorem ipsum, kita menjadi lebih fokus kepada layout, bukan kepada isi atau konten.
Kalau untuk klien, ya jangan pakai Lorem Ipsum lah, kasian kliennya baca puisi latin begitu…. ^_^
Untuk lebih lengkap keterangan mengenai lorem ipsum, sejarah, dsb, bisa dilihat di http://www.lipsum.com/
Cheers.
Kenapa juga pake bahasa latin, bahasa di Indonesia kan banyak ada bahasa Jawa, Sunda, Padang, Batak dll. Kenapa kita ga pake bahasa daerah aja, kan lebih orisinil. atau kasih aja lirik lagu kebangsaan. waks ,boleh ga sih… CINTA PRODUK DALAM NEGRI hahahahha :)
makasih buaanyak…:)
kalau saya biasanya presentasi thu dah dalam bentuk web offline. Jadi client bisa browsing webnya. Memang lebih “berat” mempersiapkannya, tapi kalo dah ada web yang dijadikan master lebih mudah. Dan pengalaman saya, bisa mengarahkan client ke paket yang mengakomodir semua yang kita tampilkan he3
Lorem Ipsum di tinggalkan? sepakat..
thx buat infonya..
berguna bgt buat referensi saya.
keep post !
sebenarnya maslah conten teks itu tergantung dari kitanya.
lorem ipsum kalu untuk saya memang perlu , disamping ngirit waktu juga ngirit pikiran.
klo mau diisi teks lai juga ndak maslah, kan itu cuman sample, toh nanti kalo dah fix pasti diisi artikel to…
good article….
makasih atas saranx,,,
jd nmbah referensi,
hanya tuhan yg bisa membalas jasa anda…
amien..
text lorem ipsum tujuannya agar ketika melihat suatu desain, para desainer tidak terganggu oleh “makna” teks dalam desain webnya. Supaya bisa fokus pada “desainnya saja”. menurutku kalo saat desain text lorem ipsum cukup membantu. tapi kalo sudah presentasi, saya setuju dengan postingan Anda.
Artikel yg bagus.. saya juga berfikir kalo pake data yg kurang-lebih ‘nyata’ akan lbh membantu klien untuk ‘melihat’ desain kita.. mreka lebih tau, oh itu judul. oh itu isi.. oh itu tempat ini, oh tempat itu..
mungkin dari penempatan ‘Lorem ipsum dolor sit amet’akan terlihat kalo ‘itu’ fungsina sebagai ap,entah itu judul ato isi, ato apalah, tp bbrp klien msh ad yg blum mengerti cra pakai lorem bla bla (sy jg terkadang bingung)apkh lorem itu judul ato sub judul ato apalah?!
mnurut sy bbrp desainer masih pake lorem2an mungkin krn kepepet deadline “ah, kopi paste aj dah biar cepet”, ato mungkin juga males “ah, juga untuk contoh, nanti juga di ganti” (pengalaman pribadi =_=i)
kurang-lebih bgitulah pendapat sy.. hehe.. dgn kta laen: cobalah tinggalkan lorem2an, jdi lebih kreatif bkin data yg sedikit logis (ngarangpun jadi)jd mempermudah klien untuk mengerti.. lorem ipsum aj kgk ngerti artina apaan.. y kn?!
>.< \m/