Tip Menampilkan Teks Justify
Pernah saya terlibat sebuah proyek pembuatan situs pemerintah bersama sebuah perusahaan di Bandung, saat itu saya dikontrak untuk membuat CD Interaktif dan situs Web. Dalam pembuatan CD Interaktif saya tidak mengalami masalah karena hanya saya yang mengerjakan pembuatan CD Interaktif itu.
Namun, pada pembuatan situs Web, saya bekerja dengan sebuah tim yang terdiri dari 8 orang. 1 orang copywriter (content editor), 6 orang programmer, dan 1 orang desainer saya sendiri. Karena waktu pengerjaan yang singkat, kurang lebih satu minggu, maka perusahaan menyewa lebih banyak programmer karena situs tersebut dibuat semacam CMS (Content Management System) agar mempermudah pihak klien dalam hal pengeditan dan updating situs.
Akhirnya, kami pun bekerja dengan profesi masing-masing, programmer melakukan coding, dan saya sendiri membuat template.Singkat kata, jadilah CMS yang telah direncanakan. Kemudian masuk ke tahap testing, berbagai masukan tentang desain dan program CMS-nya sendiri kami tanggapi dengan lapang dada. Untuk bagian programming CMS biarlah programmer yang menangani, dan untuk desain ada beberapa masukan yang saya terima, namun yang paling menarik diantaranya adalah mengenai penggunaan rataan kiri dan kanan pada teks istilahnya justify.
Awalnya saya setuju, namun setelah saya perhatikan dengan seksama teks-teks yang saya justify, saya mengalami kesulitan dalam membaca teks-teks tersebut. Terlebih bila teks tersebut terdapat dalam satu paragraf dan yang cukup panjang. Kesulitan yang paling “kentara” bagi saya adalah menemukan baris berikutnya setelah saya selesai membaca suatu baris. Penyebabnya adalah tidak terlihatnya perbedaan antara baris satu dengan yang lainnya hingga mata sulit untuk mengidentifikasi baris mana yang telah dibaca dan baris mana yang belum. Hingga sering kali saya mengulang baris yang ternyata sudah saya baca sebelumnya.Halaman Web berbeda dengan media cetak. Pada buku-buku yang biasa kita baca, kebanyakan menggunakan justify agar layout tampak rapih. “Ketahanan” mata juga sangat berpengaruh, pada buku mata manusia dapat membaca tanpa henti sampai 30 menit, sedangkan pada layar monitor, manusia hanya mampu membaca hingga 10 menit.
Namun demikian, bila ternyata Anda harus menampilkan justify, ada beberapa tip yang dapat meningkatkan “keterbacaan” pada teks yang di justify:
Buat kolom-kolom
Buatlah kolom-kolom bila Anda ingin menggunakan justify pada sebuah teks, penggunaan kolom ini mirip kolom pada surat kabar.
Jangan terapkan pada baris panjang
Bila baris teks Anda cukup panjang, misalnya lebih dari 70 karakter, hindari penggunaan justify. Hal ini akan mengakibatkan pembaca mengalami kesulitan untuk membaca baris berikutnya. Dengan memperpendek panjang baris (mis. 50-70 karakter) teks yang Anda justify akan lebih mudah dan menyenangkan untuk dibaca.
Perlebar jarak antar baris
Untuk mempermudah identifikasi baris teks oleh pembaca, perlebar jarak antar baris. Pergunakan CSS* (Cascading Style Sheet) untuk mengatasi hal ini. (*W3C - http://www.w3c.org
Jangan pergunakan huruf serif
Pada buku-buku dan surat kabar penggunaan huruf tipe serif (mis. Times New Roman) sebagai teks body sangat nyaman dimata pembaca, karena kait-kait membandu mata dalam membaca huruf. Namun hal ini berbeda dengan layar monitor, kait-kait pada huruf tipe serif justru akan memperumit tampilan*. ( *MWMag edisi 6 dan 7).
Perbesar ukuran huruf
Untuk mempermudah membaca, perbesar huruf pada paragraf yang diberi justify 1 atau 2 pixel.
Demikianlah beberapa tip bagaimana menampilkan teks dengan justify pada halaman Web. Meskipun demikian, saya pribadi lebih menganjurkan agar tidak menggunakan justify pada halaman Web Anda. (Pupung Budi Purnama)