Deadline, Mengurangi Potensi dan Kreatifitas

Ada yang menarik, ketika saya bekerja untuk sebuah perusahaan di Australia, ketika si Boss memberikan pekerjaan, ia tak pernah membicarakan tentang deadline, “ini harus selesai hari ini, lusa, minggu depan” hampir tak pernah ia katakan. Aneh juga…

Setelah dijelaskan salah seorang rekan kerja, ternyata memang demikian, menurut pendapat sang Boss tersebut, bahwa deadline malah akan menurunkan produktifitas dari karyawan, oleh karena itu dia tidak pernah membicarakan deadline secara langsung kepada pegawainya.

Jauhi Deadline

Pernah mengerjakan desain dengan waktu yang sangat terbatas? atau mengerjakan pekerjaan yang sangat minim waktu pengerjaannya? Lalu, bagaimana hasilnya?. Buru-buru itu memang perbuatan yang tidak baik, karena kebanyakan hasilnya pun tidak memuaskan.

Kita semua tahu, klien pastinya menginginkan hasil yang bagus dan juga cepat. Namun banyak hal pada seorang web designer yang sangat mempengaruhi diantaranya mood dan Inspirasi. Kita semua tahu, kalau kedua hal diatas adalah poin penting dalam menciptakan karya desain.

Menghadirkan kedua hal tersebut dapat diperoleh dengan cara-cara tertentu, browsing, jalan-jalan, membaca buku, dan lain-lain. Namun satu hal yang penting, lakukan mencari inspirasi pada awal pengerjaan project, jangan dikerjakan ketika deadline mendekat. Minta lah jadwal waktu yang longgar pada klien Anda, janjikan kalau anda bisa memberikan hasil memuaskan dengan kelonggaran waktu tersebut.

Deadline kebanyakan membuat orang panik (tidak hanya desainer Web), akhirnya contek sana, contek sini, copy sana paste sini pun dihalalkan. Tentunya Anda tidak ingin itu terjadi bukan?

6 Responses to “Deadline, Mengurangi Potensi dan Kreatifitas”

  1. sheila

    Duh mas, kok mirip pengalamanku. Deadline yg mepet memang ga enak baanget :(

  2. Yudi Aulia

    kalo saya mas, terbalik… Musti di push baru keluar dah ide2 gubrak…

  3. Tiyo

    artikel ini kayaknya pro-designer tapi gak pro-client :)

    masalahnya gimana kalo moodnya gak dateng2 misalnya karena pada dasarnya si artist susah/jarang dapet mood.. sayangnya sampe sekarang belom ditemukan obat utk mendatangkan mood..

    kalo si artist gak suka dgn project yg dikerjain juga kacau tuh!

    atau kalau terlalu idealis, udah ada ide tapi kalo gak bombastis/fantastis gak mau dikasih ke client, bilangnya nanti dulu, belom mateng, dst..

    jadi gimana dengan sisi client? kan pastinya mereka juga punya deadline. at the end of the day mau gak mau kita kerja dengan batas waktu (baca: deadline)

    kalo kasus saya, berapa lama pun waktu pengerjaan project kalo udah mepeeeet deadline baru inspirasi dateng.. kalo punya banyak waktu malah keasikan santai2 heheheh.. ini juga cara belajar waktu jamannya sekolah dulu, punya waktu setahun bukannya belajar malah main kartu dst, pas deket ujian baru kebuuuuttt :) (kids, don’t try this at home)
    how bout u?

  4. Bunga Aglaonema

    # Tiyo
    setuju dengan pendapat anda…pas buat gambarin aku….yang sering melakukan hal seperti itu heheh :)

    salam kenal

  5. yoppi

    hehehe….kalo gak ada deadline….gak ada ending dari kerjaan dunk…itu lebih parah lagi ntar…. menurutku sebagai seorang designer….harus bisa mengelola mood dalam mendesign…perbanyak referensi yang setiap waktu harus siap kita olah menjadi suatu karya baru sesuai dengan tuntutan klient…. :D

  6. amrino

    setuju sekali harus ada keadilan di antar designer n client

Leave a Reply