Pro Kontra Penggunaan Frame (1)
Sudah satu dekade sejak kemunculannya, Frame masih sengit dibicarakan dikalangan developer Web. Di satu sisi, frame menjadi penyelamat navigasi sebuah situs agar tidak turut me-reload ketika link di klik, di sisi lain, navigasi mempersulit penyampaian konten dan aksesibilitas. Bahkan, pakar usability sekelas Jakob Nielsen mengatakan ?Frame is Suck? dalam artikelnya “Frames Suck (Most of the Time)” . Separah itu kah?Frame muncul ketika dunia desain Web mulai menapaki tangga, tahun 1995. Frame mulai menjadi trend pada tahun 1996 sampai dot com mencapai masa keemasan. Bahkan ketika pertama kali saya memiliki email di Yahoo!, web mail portal raksasa itu, menggunakan Frame untuk memisahkan menu kiri dengan bagian konten.
Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai penggunaan frame pada sebuah situs dan studi kasus pada beberapa situs yang mempergunakan frame secara masif.
Sisi Buruk Frame
Frame ibarat kandang ternak, ia akan mengkotak-kotakan halaman situs Web kedalam beberapa bagian agar dapat menampung file html lebih dari satu. Akibatnya, browser harus memperlakukan setiap kotak dengan perlakuan berbeda.Hal ini akan menyebabkan penggunaan kebingungan bila pengguna menekan tombol kembali (back) atau selanjutnya (foreward) halaman mana yang akan merespon.
Kekurangan lain adalah bila pengguna ingin mem-bookmark dan men-save halaman yang memiliki frame, kesalahan yang banyak terjadi adalah halaman yang di save pengguna adalah kerangka frame nya saja. Begitupun halnya dengan fasilitas View Source, untuk melihat source dari sebuah halaman Web.
Semua permasalahan diatas dapat terjadi pada Internet Explorer, pada Opera dan Mozila versi terbaru terdapat opsi Frame untuk memperlakukan secara berbeda pada masing-masing Frame. Klik kanan pada frame > Frame (This Frame) > …
Karena halaman hidup dalam ?kandang-kandang? maka ia tidak akan bebas bergerak mengikuti lebar browser.
Tak hanya itu, lebih lengkap lagi, Roger Johansson dalam ?Who framed the web: Frames and usability? menyebutkan beberapa kelemahan lain dari penggunaan Frame:
1.Frame merusak penyatuan dari sebuah Web
2.Frame menyebabkan permasalahan kepada robot search engine
3.Frame membuat URL berhenti bekerja
4.Frame mempersulit Bookmarking
5.Frame mempersulit dalam pencetakan halaman Web
6.Frame mempersulit aksesilbilitas
7.Frame secara teknis memperumit kompleksitas Web
Pada banyak kasus, frame memang mempersulit pengunjung situs Web. Apalagi bila browser yang dipergunakan tidak mendukung frame sama sekali maka halaman tidak akan muncul.